Pages

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang & persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Kamis, 29 November 2012

Kurma, Teman Setia Kaum Hawa



Oleh : Ustadz Luqman Kholid B

syahidah.web.id - Berbicara manfaat kurma seperti tidak ada habisnya. Tak ayal baginda Rasulullah SAW mengibaratkan seorang muslim layaknya pohon kurma, mengapa? Sebagian ulama berpendapat bahwasannya perumpamaan tersebut dikarenakan pohon kurma memiliki kebaikan yang sangat banyak, buahnya enak dan dapat dimakan dengan berbagai cara. Bahkan buah kurma sejatinya adalah teman setia kaum hawa. Lho, kok bisa?
Kenyataannya kurma menjadi makanan yang dikonsumsi sejak seorang wanita dilahirkan hingga ia melahirkan. Sunnah men-tahnik menjadikan kurma sebagai makanan padat pertama yang diterima para bayi kaum muslimin, tak terkecuali bagi bayi-bayi wanita.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, sahabat Anshar abu Musa berkisah, “(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi SAW, kemudian beliau member nama padanya dan beliau men-tahnik dengan sebutir kurma.”



Peranan kurma selanjutnya bagi seorang wanita adalah ketika dibutuhkan untuk menggemukkan (memperindah) tubuh anak-anak wanita yang akan beranjak dewasa. Dalam hal ini contoh langsung dapat diketahui dari kisah ummul mukminin ‘Aisyah RA ketika hendak dipinang oleh baginda Rasulullah SAW.


Dalam Thibbun Nabawi Ibnu Qayyim menyebutkan riwayat bahwasannya ‘Aisyah RA menandaskan, Mereka berusaha membuat saya menjadi gemuk dengan berbagai macam makanan, tetapi tidak berhasil. Ketika mereka berusaha membuat saya gemuk dengan mentimun dan kurma, saya pun menjadi gemuk.”


Beranjak dewasa tentunya seorang wanita akan mengalami pengalaman menempuh biduk rumah tangga dengan segala suka-dukanya. Adapun dikala duka Rasulullah SAW pun tak lupa berpesan pada para isteri kaum muslimin agar menjaga ketersediaan buah kurma untuk panganan keluarga.


Nabi SAW bersabda,
بَيْتٌ لَاتَمْرَ فِيْهِ جِيَاعٌ أَهْلُهُ.
Rumah yang tidak terdapat kurma di dalamnya penghuninya kelaparan.
Dalam riwayat lain disebutkan Rasulullah SAW memanfaatkan pengolahan kurma untuk dikonsumsi sebagai sirup Nabiz.
وَكَانَ يُنْقَعُ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله غليه وسلم يَشْرَبَهُ الْغَدَ وَبعْدَ الْغَدِ، ثُمَّ يَأْمُرُ بِهِ فَيُسْقَى أَوْ يُهْرَاقُ.
Rasulullah SAW mempunyai kurma yang direndam yang beliau minum esok hari atau lusanya, kemudian beliau memerintahkannya untuk diminumkan atau dituangkan.



Kemudian ketika wanita telah berumah tangga tentunya ia akan bercita-cita memiliki seorang balita, tidak sekedar balita. Bagi kaum muslimin memiliki balita yang mungil dan lucu juga ketika beranjak dewasa dapat menjadi hamba yang shaleh adalah sebuah cita-cita yang mulia. Maka dalam hal ini sekali lagi Rasulullah SAW berpesan pada kaum hawa dengan kurma.
Dalam Ath-Thibbun Nabawi, Imam Adz-Dzahabi menukil riwayat, yang pertama adalah, dari Ali RA berkata, kurma yang paling baik adalah albarniy, dalam satu riwayat Rasulullah SAW bersabda,
خَيْرُ تَمْرِاتِكُمْ البَرْنِيُّ يُذْهِبُ الدَّاءَ
Sebaik-baiknya kurma kalian adalah al-barniy yang dapat menghilangkan penyakit.”
Sementara dalam riwayat Abu Hurairah RA disebutkan:
الْبَرْنِيُّ دَوَاءٌ لَيْسَ لَهُ دَاءٌ
Al-Barniy adalah obat yang tidak ada penyakit di dalamnya.”
Ibnu Abbas berkata, Kurma yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah Ajwa. Imam Adz-dzahabi berkata, “karena kurma ajwa makanan yang bagus lagi mencukupi, jika ditambahkan minyak samin padanya sempurnalah kecukupannya.” Dalam satu riwayat dikatakan:
Dari Saad bin Abi Waqqash RA secara marfu :
مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ. أَخْرَجَهُ ب وم.
Barangsiapa yang bangun pagi memakan 7 butir kurma ajwa tidak akan membahayakannya pada hari itu racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Terakhir dalam riwayat disebutkan dari Nabi SAW:
أَطْعِمُوْا نِسَاءَكُمُ التَّمْرَ، فَإِنَّ مَنْ كَانَ طَعَامَهَا التَّمْرُ خَرَجَ وَلَدُهَا حَلِيْمًا.
Berilah makan istri-istri kalian dengan kurma, karena barangsiapa yang makanan istrinya kurma, anaknya terlahir memiliki sifat sabar.”
Setelah hamil Sembilan bulan lamanya, fase kehidupan kembali berulang dimana seorang wanita akan melalui proses persalinan dan akan melahirkan manusia baru dengan susah payah. Namun bagaimanapun Islam adalah agama yang sempurna dan Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hambanya tatkala bersusah payah.
Pahala syahid akan menjadi ganjaran bagi wanita yang meninggal ketika menjalani persalinan. Di samping itu untuk meringankan beban dalam melahirkan, Islam juga telah mengisyaratkan dengan kisah yang tak ada tandingannya, yaitu melalui kisah ibunda Maryam yang melahirkan seorang diri dalam kondisi tak bersuami.
Allah Ta’ala berfirman :
وَهُزِّيْ إِليْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكَ رُطَبًا جَنِيًّا.فَكُلِيْ.
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. maka makanlah..,” (QS. Maryam:25)
Ya, kurma ruthab atau kurma masak yang masih segar itulah makanan Maryam. Imam Adz-dzahabi mengatakan dalam Thibbun Nabawi“seandainya Allah mengetahui ada makanan yang lebih baik darinya, pastilah Allah memberikan kepadanya.”
Ahmad Rifat Al-Badrawi memberi komentar terhadap ulasan surat Maryam ayat 25 yaitu, bahwasannya penelitian modern telah menyatakan pentingnya kurma merupakan makanan yang memiliki kualitas suhu dan gizi tinggi, sehingga tidak kurang kualitasnya dari daging, dan memiliki keistimewaan dengan memakannya tidak akan menyebabkan suatu bahaya. Kurma mengandung zat gula, minyak, banyak vitamin (A, B1 dan B2), zat alpoten, garam logam diantaranya kalsium, fospor dan besi.
Sementara mengenai makanan bagi wanita nifas Ibnu Muflih Al-Maqdisi mengatakan bahwasannya Fariqoh adalah kurma yang direbus dengan hulbah(klabet) dan itu adalah makanan para wanita yang sedang nifas.
Itulah kurma dengan berbagai jenis dan bentuknya, entah tamr (kurma kering),ruthob (kurma segar), nabiz (sirup kurma), maupun racikan dalam bentuk fariqoh,masing-masing memiliki peran dalam fase perjalanan hidup seorang wanita dan inilah petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Wallahu ‘Alam. JR/TB [www.syahidah.web.id]

Kisah Keajaiban Takbir dalam Revolusi Suriah


Dari beberapa pemuda paramedis di klinik yang kami singgahi hari ini, ada seorang pemuda asal Latakia. Namanya Aiman, usia 22 tahun. Seperti kebanyakan warga Suriah lainnya, pemuda yang sempat mengenyam kuliah Fakultas Kedokteran selama tiga tahun ini sangat ramah menyambut kami.“Saya berhenti kuliah untuk bergabung dengan teman-teman lain, merawat rakyat yang dizalimi penguasa kami sendiri,” tuturnya.
Tanpa kami minta, dengan runut Aiman menceritakan ihwal revolusi yang memakan banyak korban jiwa dari kawan dan kerabatnya. Termasuk aktivitasnya di awal revolusi meletus, Januari 2010 silam. “Bibit perlawanan ini kami tanam dari masjid. Demonstrasi rutin kami lakukan usai shalat Jumat,” tuturnya mulai bercerita. “Mengapa shalat Jumat? Karena satu-satunya wadah berkumpul yang tidak bisa dicegah oleh pemerintah adalah shalat Jumat.
“Kami tak punya senjata apapun, selain hanya pekikan takbir. Itupun, dibalas oleh tentara dengan timah panas. Ya, meski kami hanya bisa bertakbir, itu sudah menggentarkan mereka.” “Karenanya, Anda bisa ditangkap hanya gara-gara bertakbir!” Sejenak ia menghela nafas dan membetulkan duduknya. Sesaat matanya menerawang ke atas, seperti mengenang sesuatu.
“Ketika demonstrasi sudah tak mungkin lagi dilakukan karena ganasnya tentara, kami di Latakia sepakat untuk tetap menggemakan takbir.” “Setiap malam, kami menyaksikan tausiyah dan tahridh (motivasi perjuangan) yang disampaikan Syaikh Adnan Al-Arudh lewat televisi. Tayangan itu berakhir pukul 00.00,” lanjutnya. “Begitu selesai tanyangan berakhir, kami membuka pintu dan jendela untuk meneriakkan takbir bersama-sama. Jadilah Latakia bergelimang gema takbir.”
“Tentara Bashar Asad pun menjawab dengan tembakan. Saat menembak, posisi mereka merunduk dan mengendap-endap bersembunyi. Padahal kami tak punya senjata apa-apa. Sasaran mereka adalah setiap pintu dan jendela yang terbuka.Tujuannya untuk menakut-nakuti agar jangan sampai orang bertakbir. Hingga suatu hari ada seorang bocah yang duduk di jendela tewas disambar peluru mereka.
Aiman lalu menceritakan bagaimana saat demo temannya luka tertembak. Ia dan kawan-kawannya berusaha menyelamatkan teman tersebut dengan mencari dokter rumahan. “Tidak mungkin kami bawa ke rumah sakit. Pasien yang saat masuk ke RS dengan luka tembak di kaki, misalnya, pulang sudah menjadi mayat dengan luka tembak di kepala. Rumah sakit menjadi ladang pembantaian,” tuturnya.
Kami larut dalam cerita Aiman. Ia begitu nyata menggambarkan keadaan yang dialaminya dalam cerita tersebut. Sampai tak terasa jam menunjukkan pukul 16.00. Sesuai jadwal resminya, klinik sudah boleh tutup. Tapi dalam praktiknya, klinik tak pernah tutup. Jam berapapun pasien harus dilayani. [AY]
Catatan Tim Ketiga Relawan HASI, Suriah

Dengan Pertolongan Allah, Mendung Halangi Pandangan Tentara Asad untuk Menyerang


Catatan Relawan HASI

Pemandangan langit di atas relawan HASI berada (awan menggumpal)
Panah > Pemandangan langit di Jabal Akrod (mendung)
SURIAH (SALAM-ONLINE.COM): Setelah sekian hari digempur serangan udara dan membawa korban baik luka maupun meninggal dunia, beberapa hari ini mendung menutupi wilayah Jabal Akrad, Suriah.
Gejala alam tersebut sangat menguntungkan relawan HASI (Hilal Ahmar Society Indonesia) dan penduduk Jabal Akrad, karena menghalangi pandangan pilot tentara Bashar Asad. Hasilnya, intensitas serangan menurun.
Panah > Langit di Latakia (cerah)
Panah > langit di Jabal Turkman (cerah)
Ajaibnya, atas Kuasa Allah, mendung tersebut hanya melingkupi wilayah Jabal Akrad. Langit di Latakia dan Jabal Turkman, wilayah kekuasaan tentara Bashar Asad, terlihat cerah.
“Alhamdulillah, saya yakin ini salah satu cara Allah melindungi kita dari serangan udara,” tutur Ustadz Oemar Mita yang diamini beberapa warga saat mengambil gambar langit. Subhanallah…Allahu Akbar! (AY)-Tim Ketiga Relawan HASI, Suriah

[www.globalmuslim.web.id]

Suriah, Milestone Menuju Khilafah


215956_10151525862523626_54306531_n.png (480×262)

Oleh Ustadz Abu Luqman

Arab spring menjadi berkah tersendiri bagi kelompok jihad dan umat Islam.Beberapa pihak memandang revolusi tersebut sebagai kabar gembira bagi Barat, mereka menilai revolusi tersebut sebagai pertanda lahirnya demokratisasi di kawasan Timur Tengah. Namun  sejatinya, sebagaimana yang disimpulkan oleh beberapa sosiologis Barat sendiri, demokrasi tidaklah cocok diterapkan di kawasan paling sarat konflik di dunia itu. Indikasi ini bisa dilihat di Libanon, negara yang paling mendekati sistem demokrasi di Timur Tengah. Huru-hara kepemimpinan dan konflik antar kelompok sering terjadi di sana. Mereka menyimpulkan bahwa bangsa Arab dan karakteristik sosial mereka hanya bisa dipimpin oleh kekuatan.
Revolusi tersebut telah membuat para penguasa yang selama ini tidak tersentuh, imun dari segala macam kecaman dan kritikan, satu persatu terguling. Kepemimpinan diktator boneka Barat yang sudah berkuasa selama puluhan tahun kini mulai runtuh. Efek dari revolusi Arab pun bak bola salju, semakin hari semakin membesar. Masyarakat Arab mulai memecah hantu ketakutan mereka. Media mulai berani bicara dan memberitakan secara transparan. Saat rezim Ben Ali jatuh, teori keamanan tangan besi pun ikut runtuh. Saat rezim Mubarok jatuh, diskusi mengenai runtuhnya peranan Mesir dalam mendukung Barat di kawasan tersebut pun dimulai. Saat revolusi terjadi di Libya, ketakutan mulai melanda Eropa karena khawatir terjadi migrasi besar-besaran kelompok Jihad. Ketakutan juga melanda wilayah utara Afrika dengan derasnya aliran mujahidin dan senjata di wilayah tersebut. Yaman meledak, tak ketinggalan juga Suriah. Tak ada yang mampu menghadang laju dahsyat dari revolusi Arab ini, yang mulai melintasi batas-batas benua. Bahkan efeknya pun terasa sampai Eropa dan Israel, disaat masyarakat mereka mulai melakukan demo menuntut turunnya penguasa mereka karena ketidakpuasan atas kebijakan mereka.
75967_10151517939183626_2067981312_n.jpg (960×639)Kondisi ini bagi beberapa analis dari kelompok jihad dianggap sebagai kondisi yang paling memungkinkan bagi rahim umat untuk melindungi embrio kekhilafahan. Kondisi yang baru pertama kali terjadi sejak runtuhnya khilafah pada tahun 1924.
574531_10151520450538626_376720195_n.jpg (480×360)
Hal ini juga disadari oleh kelompok Kristen di Suriah, yang mendapat supply senjata dari Assad untuk memerangi kelompok perlawanan. “Yang terjadi di Aleppo bukanlah revolusi untuk demokrasi dan kebebasan. Para pejuang Free Syrian Army adalah para radikal Sunni yang ingin mendirikan negara Islam,” kata Abu George, salah seorang warga Kristen yang tinggal di Aleppo kepada GlobalPost.
Kekhawatiran yang sama kini juga mulai menjangkiti AS. Mereka khawatir revolusi Suriah akan menghasilkan kelompok Islam sebagai pemenang, memusnahkan impian mereka untuk membentuk  Suriah menjadi sekuler dan pro-Barat. Salah seorang pejabat intelejen AS menjelaskan bahwa hal itulah yang menyebabkan mereka menahan diri dari memberikan bantuan militer kepada kelompok oposisi, yang diungkapkan dalam bahasa ‘masih berusaha mempelajari dan memahami persoalan dengan lebih baik’. Pemerintah AS berulangkali menolak memberikan bantuan senjata kepada pihak oposisi. Fakta ini membantah tuduhan bahwa kelompok oposisi mendapat bantuan senjata dari AS.
409259_386040728137676_930752276_n.jpg (403×263)
Pesan yang lebih jelas disampaikan Obama yang menyatakan bahwa, “Posisi kami sudah sangat jelas terhadap rezim Assad, dan juga pemain lain di lapangan, bahwa garis merah bagi kami adalah jika kami melihat senjata kimia sudah beredar atau dipergunakan.
Pernyataan ini di satu sisi bisa menjadi lampu hijau bagi Assad untuk melakukan apapun yang mereka inginkan asal tidak menggunakan senjata kimia, dan di sisi lain juga menjadi peringatan dari Obama bagi “pemain lain di lapangan” atau kelompok oposisi bahwa AS mempunyai alasan untuk melakukan intervensi militer jika para oposisi tidak mau bekerjasama dan melayani kepentingan AS.
68353_390862500988832_1917091313_n.jpg (960×640)
Terkait Suriah dan Yaman, ada yang istimewa dari kedua negara tersebut bagi perjuangan kelompok-kelompok Islam dalam usaha mereka mendirikan khilafah Islamiyyah ‘ala minhajin nubuwah yang dijanjikan itu.


Menurut Abdullah bin Muhammad dalam tulisannya “Valuable Collection for the Strategic Memorandum Series”, Syam, dimana Suriah juga termasuk di dalamnya, dan Yaman dipandang memenuhi kriteria sebagai starting pointbagi rencana pendirian khilafah. Kedua wilayah berada di titik vital jantung dunia Islam.Yaman secara teritorial dekat dengan Hijaz, dimana Mekah dan Madinah terletak di sana. Sedangkan Jerussalem terletak di Syam, yang meliputi Suriah, Yordania, Libanon, Palestina serta Sinai. Kedua wilayah tersebut juga memiliki air dan makanan, sehingga secara logistik mereka tercukupi. Secara karakteristik masyarakat, cukup dengan fakta bahwa penduduk Yaman dan Syam adalah yang paling banyak terlibat dalam kancah jihad. Mayoritas jihadis di Afghanistan adalah dari Yaman, dan tidak akan ada jihad di Irak tanpa orang-orang Syam.Lebih daripada itu, beberapa hadits nabi juga menjelaskan tentang keunggulan dari kedua bangsa tersebut.21662_387926371282445_830850144_n.jpg (851×834)
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, “Allah meletakkan Syam di depanku dan Yaman di belakangku, dan Dia berkata kepadaku, ‘wahai Muhammad, Aku letakkan di depanmu sebuah hadiah dan anugrah, dan di belakangmu sebagai penguat.” (HR. Bukhari, dicantumkan oleh Al-Albani dalam shahih al jami’).
Secara militer, penduduk dari kedua negeri tersebut adalah yang paling disiplin selama perang. Sudah dikenal sepanjang sejarah Islam bahwa pasukan adalah pasukan Syam, dan pendukung adalah dukungan dari Yaman.
46227_445634755471654_596827559_n.jpg (640×353)
Selain itu, secara geografis Yaman juga diuntungkan dengan supply mujahidin dari kawasan teluk Arab, Somalia, dan Sudan. Sedangkan Syam akan diuntungkan dengan kemungkinan supply pasukan dari Irak, Turki, Mesir, dan wilayah utara semenanjung Arab.


Jumat, 23 November 2012

Mujahidin Serambi Baitul Maqdis mulai operasi baru, sembilan roket menghantam penjajah zionis Yahudi



GAZA (Arrahmah.com) – Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis mengumumkan dimulainya operasi serangan roket terhadap wilayah penjajah zionis Yahudi, Ahad (11/11). Sembilan roket telah mereka tembakkan ke wilayah musuh. Mereka berjanji akan membalas kejahatan penjajah dengan tindakan setimpal.
Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Penjelasan no. 21
{وَأَخْرِجُوهُم مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُم}
"Dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian." (QS. Al-Baqarah [2]: 191)
Menembaki wilayah penjajah Yahudi dengan sembilan roket
Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan-kejahatan jiwa kita dan keburukan-keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.
Saudara-saudara kalian dalam Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis mengumumkan dimulainya serangan roket "Dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian", dalam kerangka kelanjutan peperangan kita untuk berjihad di jalan Allah, menolong hamba-hamba Allah yang tertindas, kemarahan atas penodaan terhadap kehormatan saudari-saudari kita fillah kaum muslimat, pembelaan terhadap kehormatan masjid-masjid Allah, usaha untuk membersihkan negeri kita dari musuh-musuh Allah dan maju terus untuk berhukum kepada syariat Allah.
Dengan karunia Allah semata, saudara-saudara kalian dalam Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis telah menembakkan sembilan roket terhadap wilayah penjajah zionis Yahudi pada hari Ahad, 11 November 2012 M. Serangan tersebut menargetkan wilayah penjajah zionis Yahudi sebagai berikut:
  • Menghantam wilayah penjajah Yahudi di Kasufim dengan dua roket pada pukul 21.10 kemarin malam
  • Menghantam wilayah penjajah Yahudi di selatan kota Ashkelon dengan dua roket pada pukul 10.00 pagi
  • Menghantam wilayah penjajah Yahudi di Kasufim dengan tiga roket pada pukul 17.00 kemarin sore
  • Menghantam wilayah penjajah Yahudi di Sderot dengan dua roket pada pukul 17.00 kemarin sore
Hendaknya penjajah Yahudi mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang bisa merealisasikan kehidupan yang tenah bagi mereka di negeri kami, tidak ada pengakuan apapun terhadap sikap menyerah kalahnya sebagian pihak, dan tidak ada nilai apapun atas pernyataan-pernyataannya dan keputusan-keputusannya, sebab kewajiban mengusir penjajah yang menduduki negeri kami telah baku di dalam Al-Qur'an, berdasar firman Allah, "Perangilah mereka di manapun mereka memerangi kalian dari usirlah mereka dari tempat manapun mereka mengusir kalian!" (QS. Al-Baqarah [2]: 191).
Kaum muslimin yang terusir dan tercerai-berai di berbagai tempat tidak mungkin bisa merealisasikan harapan untuk kembali kepada tanah kepemilikan dan rumah-rumah mereka yang telah dirampas oleh penjajah kecuali dengan jihad dan menumpahkan darah para penjajah.
Maka kami mengajak kaum muslimin di Baitul Maqdis dan serambi Baitul Maqdis hendaknya sebagian kita menolong sebagian lainnya dalam melaksanakan jihad di jalan Allah dan menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan kepada kita secara sempurna seperti shalat, karena jihad defensif merupakan kewajiban atas semua umat Islam dan tidak dipersyaratkan syarat-syarat seperti jihad ofensif yang hukumnya fardhu kifayah.
Kami memberitahukan kepada kalian bahwa bukti-bukti kebiadaban penjajah zionis Yahudi terhadap seorang ibu muslimah di kota Al-Khalil telah diketahui oleh mujahidin, maka kami tidak akan membiarkan mereka melakukan hal itu kembali dengan mudah.
Demikian juga ulah penjajah Yahudi yang menutup masjid Al-Ibrahimi bagi orang-orang yang akan shalat, ulah mereka yang terus-menerus menodai kehormatan Masjidil Aqsha, ulah mereka menghancurkan desa di Naqab dan rumah-rumah umat Islam di Al-Quds serta kebiadaban mereka dalam membunuh anak-anak umat Islam di Khan Yunus, Asy-Syaja'iyah dan Ramlah. Daftarnya sangat panjang dan penuh dengan kejahatan-kejahatan penjajah Yahudi. Maka mereka harus membayarnya dengan "harga" yang mahal dan setara.
"Allah Maha Melaksanakan perkara-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." (QS. Yusuf [12]: 21)

Saudara-saudara kalian pada Bagian Media
Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis
Ahad, 26 Dzulhijah 1433 H / 11 November 2012 M

Felix Siauw : Demokrasi Bukan Cara Islam


10 Muharam 1434 H, disubuh yang dingin, di Masjid Darussalam Kota Wisata, jamaah Masjid dihidangkan tausiah oleh seorang Dai keturunan tionghoa Felix Siauw, menguraikan kenapa dan bagaimana caranya umat Islam ini bangkit.

Mengawali tausiahnya , beliau katakana segala sesuatu ada pusatnya, manusia ada pusatnya yang disebut pusar, begitupun dunia inipun ada pusatnya, dunia ini bila ditinjau dari  sisi geografis dan dan konflik dunia hingga kini , terlihat jelas dunia ini berpusat di timur tengah, disanapun  banyak para nabi lahir , berjuang disana dan wafatpun  di sana , sebutlah sejumlah nabi dan termasuk Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad…lahir disana…
Perjalanan dunia, banyak tahapannya dan sejarah mencatat didunia ini pernah ada kekuatan  imperium Persia dari wilayah timur, sebuah kekuatan yang mencakup  wilayah sepanjang wilayah lebih dari 7 juta KM, dan dibagian barat ada imperium romawi yang menguasai 5 juta KM lebih…pada saat itu apalah artinya wilayah Arab? Wilayah yang terjajah sebagian oleh Romawi dan sebagian oleh Persia, dan pertempuran Persia dan Romawi pun berada di wilayah pusat dunia, yaitu wilayah Arab.
Bayangkan pada saat dua kekuatan itu sangat berkuasa, Muhammad Rasulullullah saat itu tidaklah bisa dikatakan sebagai kekuatan apa pun…tapi beliau SAW sudah mampu untuk mengirimkan surat kepada para adikuasa tersebut untuk diajak kepada Islam, bila mereka menganut Islam  maka akan selamat. Surat yang inti sebenarnya sebenarnya bukanlah surat sekedar ajakan tetapi cenderung surat itu adalah surat ancaman …surat yang dilakukan oleh sebuah daulah yang belum bisa dibilang apa tapi sudah memberikan ancaman kepada adikuasa , Apa rahasianya?
Rahasianya adalah, Islam itu harus ada 3 pilar pembangunan karakter, pilar tersebut adalah Kekuatan Pribadi, Kekuatan Masyarakat dan Kekuatan Daulah!
Pilar pertama , Kekuatan pribadi, umat muslim harus menjadikan islam hadir secara penuh di jiwanya, setiap melakukan apapun sejak dari masuk ke kamar kecil, makan, dan apapun aplikasi kehidupan dilakukan dengan cara Islam. Kumpulan pribadi pribadi ini berkumpul dalam masyarakat yang berjamaah, maka kekuatan jamaah itu pun muncul , jamaah ataupun bermasyarakat ini menjadi Pilar Kedua, karena Allah bersama dengan jamaah. Maka Allah berikan karunia , dan dimunculkanlah orang orang hebat dari Islam yang tentunya berasal juga dari jamaah yang kuat. Dengan jamaah dan masyarakat yang kuat maka akan terdorong keinginan jamaah tersebut untuk lebih tampil dan membentuk kekuatan daulah yang berdasarkan aturan syariah Islam, meninggikan kalimat Allah dan Islam, kekuatan daulah inilah yang menjadi Pilar Ketiga yang akan menjaga kepentingan Islam, dan sebaliknya Islam juga akan menjaga daulah. Beliau mensitir ucapan Usman Bin Affan bahwa kekuasaan dan Islam adalah dua sisi yang saling melengkapi, maka dengan kekuasaanlah dakwah Islam akan terjaga, dan dengan Islam juga Daulah terpelihara.
Beliau lanjutkan , Islam butuh kekuasaan, tapi untuk meraih kekuasaan , bukanlah seperti cara politik yang terjadi saat ini, arena politik saat ini adalah berkiblat dari politik Machiavelli, politik sebagai alat untuk meraih kekuasaan dengan segala cara, yang diterapkan seperti yang kita kenal sekarang yaitu Demokrasi , dan beliau katakana dengan tegas bahwa beliau tidak setuju dengan konsep demokrasi , asal demokrasi bukanlah dari Islam, dan bukan cara Islam , bagaimana demokrasi memutuskan dan menentukan yang benar kalau kebenaran itu berdasarkan suara terbanyak? , ketahuilah yang benar itu berasal dari Allah, dan bukan suara makhluk terbanyak. Saya tidak bersependapat dengan itu, walau kita sepakat  harus menerapkan ukhuwah bagi para kelompok yang mengambil jalan itu, bila ijtihad mereka itu  sepanjang ada Nash yang jelas yang mendasari,  kita harus bertoleransi, dan tetap membina ukhuwah dengan mereka, karena perpecahan umat jauh lebih buruk daripada persoalan penyimpangan syariah saat ini. (m/www.globalmuslim.web.id)

Pukul mundur konvoi militer di kota Lajjah, mujahidin tewaskan enam tentara rezim Suriah


DARA'A  – Mujahidin Jabhah Nushrah berhasil memukul mundur konvoi pasukan rezim Suriah yang mencoba untuk memasuki kota Lajjah, propinsi Dara'a. Enam tentara yang tertinggal dari induk pasukannya yang mundur berhasil dihabisi oleh mujahidin.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Jabhah Nushrah - Penjelasan no. 152
Memukul mundur konvoi pasukan rezim yang mencoba menyerbu ke dalam kota Lajjah, propinsi Dara'a
Foto konvoi pasukan rezim mundur dalam keadaan hina setelah dihadang oleh mujahidin saat hendak menyerang ke dalam kota Lajjah
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Muhammad, sebaik-baik rasul, juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.
Dengan bantuan Allah semata, Mujahidin berhasil memukul mundur konvoi pasukan rezim Nushairiyah saat hendak menyerang ke dalam kota Lajjah. Mujahidin telah menimpakan kerugian yang besar di pihak pasukan rezim. Di antaranya menewaskan enam tentara yang berlindung di sebuah rumah, maka mujahidin berhasil menyerbu ke dalam rumah tersebut dan menembak mati mereka semua. Segala puji dan karunia milik Allah semata.
Foto mujahidin mengepung dan menyerang enam tentara yang tertinggal dari induk pasukannya dan berlindung di sebuah rumah
Foto mujahidin mengepung dan menyerang enam tentara yang tertinggal dari induk pasukannya dan berlindung di sebuah rumah 
Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya.
Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam
Dari Mujahidin Syam di Medan jihad
Bidang Media
Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam
4 Muharram 1433 H / 18 November 2012 M

Menjadi Ibu Panutan

Ibu adalah nama lain dari kasih sayang yang indah, yang diberikan Allah sebagai rahmat bagi hambaNya. Ibu ibarat malaikat yang menjadi pelindung anak- anaknya dari setiap kejahatan yang akan menyakiti mereka. Bahkan ketika manusia terlahir tanpa dampingan seorang ibu, rasanya mereka akan siap menukar apapun yang dimilikinya demi kehadian sang ibu tercinta. Maka tak heran jika seorang ibu selalu diagungkan kebaikannya, baik ketika dia masih ada ataupun sudah tiada.  

Maha suci Allah yang telah menciptakan kedekatan antara seorang ibu dengan anak- anak mereka, sebagai sebuah kemanusiawian.  Setiap anak akan begitu nyaman berada di samping ibunya. Karena itulah, secara alamiah pula, anak-anak melihat ibu sebagai sosok panutan yang patut diikutinya. Seperti spons kering yang menyerap setiap air yang ada di dekatnya, seperti itulah anak- anak dengan polos mencontoh cara berucap, dan bersikap para ibu mereka.

Maka tak dipungkiri lagi, jika ibu adalah ibarat guru pertama bagi anak-anak. Dengan ibu jugalah, anak- anak belajar mengenali dan mempelajari dunia ini. Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang ibu, agar kita pantas dijadikan tauladan yang baik untuk anak- anak kita?

Pertama, menjadi ibu yang penuh kasih sayang
Yang pertama dan utama jadilah ibu yang baik dan kasih sayang. Dari sikap terpuji inilah anak- anak akan mengenali dan mencontoh bahwa hanya kebaikan dan kasih sayang lah yang sebenarnya diperlukan jika mereka ingin selalu disayangi, dan diterima oleh kehadirannya oleh sesama. Sebaliknya, mereka juga akan belajar membedakan bahwa perbuatan jahat hanya akan menyakiti orang lain dan merugikan diri mereka sendiri.

Kedua, ramah dan menghargai orang lain
Selain itu, ajarkan kepada anak bahwa setiap orang itu berbeda, dan kita harus menghargai perbedaan-perbedaan itu. Tanamkan pada diri anak- anak kita bahwa tidak seorang pun senang diperlakukan kasar. Maka ucapan terima kasih, tolong, dan maaf, harus dibiasakan sedari mereka kecil, agar terpola dalam pikiran anak bahwa sikap ramah adalah hal penting yang dibutuhkan untuk menjalin sebuah persahabatan.

ketiga,  tegas dalam berprinsip.
Kenalkan pada anak- anak kita, bahwa di dunia ini juga ada hal yang tidak bisa kita tawar tentangnya. Sebagai contoh adalah masalah akidah. Kenalkan kepada mereka berikut alasannya tentang kepastian dan kepatenan nilai- nilai tersebut untuk harus selalu kita patuhi.

keempat, Luangkan Waktu Untuk Komunikasi Yang Hangat
Jika kita mengharapkan anak akan patuh, maka komunikasi yang hangat dari kita sebagai ibu, sangat penting untuk dilakukan. Dan dalam berkomunikasi, anak dan ibu juga membutuhkan banyak waktu. Maka sudah seharusnya kita menyediakan waktu untuk membangun hubungan yang berkualitas dengan anak- anak mereka.

Tunjukkan kepada anak, bahwa dengan berkomunikasi, kita dapat menjadi partner mereka yang baik dalam mencari kebaikan. Jika akhirnya nasehat harus diberikan, maka biarkan terlebih dahulu mereka mengemukakan ide dan pikiran mereka, dan jangan beri batasan agar mereka juga tidak mengambil jarak dengan kita.  Dengan itu InshaAllah mereka akan menjadikan kita sebagai contoh, karena kemampuan kita menjadi pendengar yang merangkul dan mengayomi mereka, saat mereka susah.
Kelima, bersikap positif
Sebagai seorang ibu, hendaknya kita berhati- hati dalam bersikap dan berucap. Anak- anak kebanyakan akan meniru materi, pemikiran bahkan gaya bicara kita terutama bila mereka berada di dekat kita. Pembicaraan dan sikap yang positif akan memberikan contoh yang baik pula bagi mereka, agar kelak menjadi pribadi yang positif.
keenam, Konsisten
Dari semua sikap yang kita berikan kepada anak- anak kita tersebut, maka tak akan ada gunanya jika kita sendiri tidak konsisten dengan yang telah kita ajarkan. Pencontohan sikap baik yang terus menerus dan konsisten, akan lebih mudah terbahasakan kepada anak ketimbang hanya sekedar nasehat atau kata- kata yang kita suarakan ke telinga mereka.

Jadi Akhwat Kudu Kuat


http://voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos3/akhwatku.jpg&h=156&w=208&zc=1 Akhwat, sebutan ini biasanya diberikan buat wanita sholeha yang identik dengan kerudung raksasa dan jilbab longgarnya. Akhwat juga sangat menjaga diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama. Saat ketemu dengan saudari seiman, senyum dan salam selalu menghiasi wajah dan lisannya. Diapun juga senantiasa menjaga pandangan dari laki- laki bukan mahram. Dan yang paling dikenal dari sosoknya adalah rasa malu, yang membuatnya semakin terlihat cantik.
Seorang akhwat juga seringkali diidentikan dengan kelembutan. Tapi lembut bukan berarti lemah dan cengeng. Tapi... gimana dunk dengan fenomena yang ada sekarang ini, dimana beberapa akhwat yang rajin banget update status di dunia maya tentang curahan hati mereka?Bahasa yang mereka pakai juga romantis mendayu- dayu, atau trenyuh sekalian, yang intinya dipasang untuk mewakili hatinya yang lagi galau. Padahal kalau jaman dulu buku diari tuh disimpan dan di jaga banget biar orang nggak tau, tapi sekarang makin banyak diumbar biar semua orang ngerti. Nggak tahu tujuannya biar membuat orang iba sama dia atau justru menarik simpati (khususnya para ikhwan).
Sayang banget ya, padahal kalo situasi hati udah nggak enak, nulis status yg bikin nelangsa malah bakal nambah sedih suasana. Udah gitu belum tentu masalah bakal keluar dan nemuin jalan keluar, ya nggak?. Mungkin kalo kita ambil jalan pintas dengan curhat langsung aja sama Allah, pasti akan lebih adem dan damai di hati.

Selain itu, seorang akhwat juga identik dengan gampang nangis dan ngerasa iba dari pada laki-laki. Menangis sih boleh- boleh aja, manusiawi banget kok. tapi kalau dijadikan kebiasaan itu menandakan orangnya mudah rapuh alias cengeng. Seorang akhwat harus bisa belajar menyikapi sesuatu secara dewasa. Kenapa? karena merekalah yang dekat dengan dunia dakwah yang tentunya akan berhadapan dengan 1001 karakter manusia, lengkap dengan pernak pernik kesulitan dan keunikannya. Kalau hati nggak luas, dewasa, dan mudah rapuh, wah bisa- bisa dakwah berhenti di tengah jalan.

Jadi akhwat kudu kuat
Kita semua adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk mengesakanNya. Atau dengan kata lain menegakkan Kalimat Laailaha Ilallah di dunia ini. Dan ini bukan perkara simple. Rasulullah dulu berdakwah hingga giginya patah, dilempari batu, di caci maki, dibilang orang gila, diteror, diancam mau di bunuh, dll. Bener- bener deh, jalan dakwah memang sangat berat dan nggak hanya sebatas teori, atau sekedar kata ‘Jadilah..!’ maka akan terjadi. Yang ada ‘jadilah!’ lalu kita harus bergerak untuk menjadikannya, dan baru hal itu akan jadi kenyataan.

So, buat kamu para akhwat, Selamat datang di dunia dakwah.… dan kamu kudu kuat.

Jadilah yang terkuat dalam kesabaran seperti Sumayyah binti Khayyat yang walaupun disiksa dan di buang ke padang pasir yang sangat panas dan menyengat, serta diletakkan di atas dadanya sebongkah batu yg berat agar dia keluar dari din, tapi dia tidak meratap, dan tetap mengucapkan, Ahad.. Ahad..

Jadilah sekuat Nusaibah binti Ka'ab yang tidak menangis walau tangannya terpotong, demi membela Rasulullah SAW di perang Uhud. Atau setangguh the Black Rider, si penunggang kuda berbaju hitam, Khaulah binti Azur yang membuat Panglima Khalid bin Walid serta seluruh pasukannya tercengang melihat ketangkasannya memacu kuda ke tengah-tengah medan tempur.

Jadilah sekuat Rumaisa binti Marhan atau Ummu sulaim yang tegas menolak lelaki kafir yang ingin menikahinya, walaupun dia sangat kaya.

Jadilah sekuat dan seikhlas siti Hajar yang rela dan tetap kuat saat ditinggal Nabi Ibrahim 'Alaihissalam di padang pasir yang tandus dan gersang bersama putranya, Ismail.
(NayMa/voa-islam/www.syahidah.web.id)

Kamis, 22 November 2012

Fatimah, Wanita Idaman Semua Muslimah!


http://bisabaca.files.wordpress.com/2012/03/madinah.jpg Inilah kisah teladan Fatimah, seorang istri penguasa yang menjaga hidupnya dengan cara bersahaja
MENJADI isteri seorang penguasa merupakan kebanggan dan impian mayoritas wanita. Selain memiliki prestise yang luar biasa, status sosial yang terhormat, menjadi isteri seorang pemimpin juga akan mendapatkan fasilitas yang serba lux dan kemudahan dalam administrasi.
Tak jarang ada sosok wanita yang haus akan kehormatan, gila akan gelimang materi dunia, memanfaatkan jabatan dan kekuasaan suaminya sebagai ajang menumpuk materi dengan menghalalkan segala cara. Inilah potret sebagian wanita dewasa ini, di republik negeri tercinta ini.
Sebagai renungan dan tolak ukur kezuhudan kita akan gemerlap dunia marilah sekilas kita melihat salah satu profil wanita yang bersahaja, melihat kemewahan dunia dengan apa adanya.
Wanita tersebut merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah peradaban islam, wanita yang turut andil mengibarkan panji-panji kebesaran islam, wanita yang sangat mulia status sosialnya yang tidak terpengaruh dengan materi, kekuasaan sejenak.  Wanita tersebut dikenal dengan nama Fatimah binti Abdul Malik.

***
Fatimah merupakan satu-satunya anak  perempuan dari lima bersaudara dari khalifah Daulah Abbasyiah yang bernama Abdul Malik bin Marwan. Empat saudaranya yang laki-laki adalah Yazid, Hisyam, Maslamah dan Sulaiman.
Layaknya putri raja dan kepala Negara Islam, Fatimah pun mendapatkan kehormatan dan segala fasilitas yang mewah, hidup dengan penuh kasih sayang dan dimanja oleh kedua orangtuanya dan saudara-saudaranya.
Kebahagiannya menjadi sempurna dengan dipersunting oleh seorang lelaki yang terbaik pada zamannya, dari keluarga yang terhormat yang bernama Umar bin Abdul Aziz, beliau merupakan sosok yang hidup penuh dengan keglamoran dan kemewahan meskipun demikian ia merupakan sosok yang relegius dan sangat amanah. Mereka merupakan pasangan sejoli yang ideal dan romantis.
Puncak dari kebahagian mereka berdua adalah diangkatanya Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik ia dilantik pada hari jumat, bulan Shafar 99 H di kota Damaskus.
Ditunjuknya Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah karena Sulaiman bin Abd Malik memiliki putra yang masih kecil-kecil sehingga kekuasaan tersebut diberikannya kepada Umar bin Abdul Aziz yang telah dikenal akan perangainya.
Proses dan pelantikannya sebagai khalifah inilah yang merubah pola pikir dan pandangan hidup seorang Umar bin Abdul Aziz dari seorang yang hidup penuh keglamoran menjadi sosok yang sederhana, zuhud dan tampil sebagai salah satu pemimpin umat Islam yang terbaik.
Selama tiga hari masa pelantikan Umar bin Abdul Aziz menuju dan memperoleh pencerahan, ia dengan tegas menolak seluruh fasilitas istana yang diperuntukkan bagi seorang sultan .

Fatimah, sangat terkejut ketika mendengar berita bahwa khalifah baru yakni suaminya menolak segala fasilitas istana, ia hanya memilih menunggang keledai untuk kendaraan sehari-hari, membatalkan acara pelantikan dirinya sebagai khalifah yang akan diadakan besar-besaran dan penuh kemewahan.
Sungguh Fatimah heran dan tidak percaya mendengar berita tersebut karena ia sangat mengenal siapa suaminya, sosok yang sangat identik dengan kemewahan hidup mengapa secara tiba-tiba ia hendak berpaling dari kemewahan padahal tampuk kekuasaan kaum Muslimin baru saja di anugerahkan kepadanya.
Keterkejutannya semakin bertambah tatkala melihat suaminya pulang dari dari kota Damaskus, tempat ia dilantik sebagai khalifah umat Islam. Suaminya terlihat lebih tua tiga tahun dibandingkan tiga hari yang lalu tatkala ia berangkat ke kota Damaskus.
Wajahnya terlihat sangat letih, tubuhnya gemetaran dan layu karena menanggung beban yang teramat berat.
Dengan suara lirih Umar bin Abdul Aziz berkata dengan lembut dan penuh kasih-sayang kepada sang isteri tercinta, “Fatimah, isteriku...! bukankah engkau telah tahu apa yang menimpaku? Beban yang teramat dipikulkan kepundakku, menjadi nakhoda bahtera yang dipenuhi, ditumpangi oleh umat Muhammad Shallallahu ‘alahi Wassalam. Tugas ini benar-benar menyita waktuku hingga hakku  terhadapmu akan terabaikan, aku khawatir kelak engkau akan meninggalkanku apabila aku akan menjalani hidupku yang baru, padahal aku tidak ingin berpisah denganmu hingga ajal menjemputku.”

“Lalu, apa yang akan engkau lakukan sekarang?,” tanya Fatimah.
“Fatimah...! engkau tahu bukan, bahwa semua harta, fasilitas yang ada di tangan kita berasal dari umat Islam, aku ingin mengembalikan harta tersebut ke Baitul Maal, tanpa tersisa sedikitpun kecuali sebidang tanah yang kubeli dari hasil gajiku sebagai pegawai. Di sebidang tanah itu kelak akan kita bangun tempat berteduh kita dan aku hidup dari sebidang tanah tersebut, maka jika engkau tidak sanggup dan tidak sabar terhadap rencana perjalanan hidupku yang akan penuh kekurangan dan penderitaan maka berterus-teranglah, dan sebaiknya engkau kembali keorangtuamu!,” jawab Umar bin Abdul Aziz.
Lalu Fatimah kembali bertanya, “Wahai suamiku, apa yang sebenarnya membuat engkau berubah sedemikian rupa?”
“Aku memiliki jiwa yang tidak pernah puas, setiap yang kuinginkan selalu dapat kucapai, tetapi aku menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi yang tidak ternilai dengan apapun juga yakni surga. Surga adalah impian terakhirku, “jawab Umar bin Abdul Aziz lagi .

Fatimah yang notabene merupakan wanita yang terbiasa hidup mewah, dengan fasilitas yang disediakan dan pelayanan yang super maksimal ketika mendengar keputusan suaminya ia tidak kecewa, tidak menunjukan kekesalan dan keputus asaan. Dengan suara yang tegar dan mantap ia menegaskan, “Suamiku...!  Lakukanlah yang menjadi keinginanmu dan aku akan setia di sisimu baik di kala susah atau senang hinga maut memisahkan kita.”
Fatimah yang agung menjadi pendukung pertama gerakan perubahan yang akan dilakukan oleh suaminya yakni gerakan kesederhanan para pemimpin dalam kehidupan. Demi bakti dan keridhaan sang suami yang tercinta, ia rela meninggalkan kemewahan hidup yang selama ini dinikmatinya. Semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran, keikhlasan atas pondasi keimanan yang kuat.
Di rumahnya yang baru, Fatimah hidup dengan penuh kesederhanaan, pakaian yang dikenakan, makanan yang disantap tanpa ada kemewahan dan kelezatan semuanya tidak jauh dengan rakyat biasa. Padahal status yang mereka sandang adalah raja dan ratu seluruh umat Islam masa itu.
Begitu sederhananya konsep kehidupan yang mereka terapkan, banyak orang yang belum mengenalnya tidak menyangka bahwa mereka adalah pasangan penguasa umat Islam kala itu.
Diceritakan, suatu hari datanglah wanita Mesir untuk menemui khalifah di rumahnya, sesampai dirumah yang ditunjukkan ia melihat seorang wanita yang cantik dengan pakaian yang sederhana sedang memperhatikan seseorang yang sedang memperbaiki pagar rumah yang  dalam kondisi rusak.
Setelah perkenalan si wanita Mesir baru sadar bahwa wanita tersebut adalah Fatimah, isteri sang Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Ia pun menanyakan sesuatu hal,’’Ya Sayyidati, mengapa engkau tidak menutup auratmu dari orang yang sedang memperbaiki pagar rumah engkau?”
Seraya tersenyum Fatimah menjawab, “Dia adalah Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz yang sedang engkau cari.”

Istiqamah dalam Kesederhanaan
Dengan hidup yang penuh kesederhanaan bahkan sering kali kekurangan, Fatimah tetap sabar dan setia mendampingi Umar bin Abdul Aziz. Suaminya. Ketika suaminya meninggal dunia, Fatimah kerap mencucurkan air mata, bukan karena khawatir kehidupannya akan bertambah sulit sepeninggalan suaminya yang hanya mewariskan sebidang tanah. Namun ia menangis karena ia cemas tanpa kehadiran suami di sisinya. Sanggupkah ia mempertahankan prinsip dan konsep hidup sederhana yang selama ini dibinanya dengan sang suami tercinta?
Bahkan Yazid, saudaranya sendiri yang diangkat menjadi khalifah menggantikan Umar bin Abdul Aziz pernah mengunjungi Fatimah dan hendak menyerahkan kembali seluruh perhiasan dan fasilitas yang telah mereka serahkan ke Baitul Maal tatkala Umar bin Abdul Aziz dilantik menjadi khalifah. Namun dengan tegas dan penuh keikhlasan hal tersebut ditolaknya seraya berkata, "Tidak, demi Allah, hal itu tidak akan aku terima, aku bukanlah jenis orang yang taat kepada suami tatkala ia hidup dan meningkarinya tatkala ia telah tiada. Aku melakukannya ikhlas karena Allah sebagai bentuk ketaatan kepada suamiku yang tercinta,” ujarnya.

Sungguh luar biasa. Inilah sosok wanita yang sempurna, wanita yang shalihah mampu memalingkan, memejamkan mata terhadap gemilau keindahan materi tatkala kemewahan tersebut ada didepan mata dan wanita idaman para Muslimah.
Kita berharap semoga sosok-sosok ini menjadi suri tauladan bagi para wanita, khususnya wanita yang berposisi sebagai isteri penguasa agar tampil menjadi fatiamah-Fatimah baru di era kontemporer ini.*/Hairunimahasiswa Tafsir Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...