Di hadapan banyak tugas dan tanggung jawab tersebut, seorang muslim
dituntut untuk selalu memiliki kesehatan fisik dan ketegaran mental. Semangat tinggi untuk selalu berbuat, berkarya dan beramal harus senantiasa dinyalakan.Kemalasan dan keloyoan semangat harus
Pages
Tampilkan postingan dengan label Nafsiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nafsiyah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Desember 2012
Doa memacu semangat dan melawan kemalasan
Minggu, 23 Desember 2012
Suriah Juga Merupakan Ladang Jihad bagi Para Muslimah
Tentara rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah menangkapi para muslimah
dan menjebloskan mereka ke dalam penjara-penjara rahasia di seantero
negeri Suriah. Penyiksaan keji dan pemerkosaan menjadi menu sehari-hari
sampai mereka menunjukkan informasi tentang ayah, suami, anak dan
keluarga mereka yang ikut berjihad. Tak jarang para muslimah itu
Syahid 16 Tahun Lalu, Jenazahnya Masih Utuh Dengan Satu Jari Tegak
==========================================
KHALIL
al-Syarif Khalil meninggal dunia 16 tahun yang lalu. Ia berasal dari
Palestina. Ia syahid ketika sedang melawan tentara Israel.
Beberapa waktu
lalu, kuburan Khalil tanpa sengaja kembali tergali. Sudah menjadi
kebiasaan di Palestina menyatukan jenazah para syuhada di kuburan yang
sama.
Juga menjadi kebiasaan di Timur Tengah dan Arab mengebumikan jenazah di liang lahat yang telah lama digunakan.
Namun, semua orang langsung terkejut ketika mereka menemukan jenazah Khalil yang tidak dimamah oleh tanah dan masih utuh.
Jenazahnya bahkan seperti baru saja dikebumikan satu jam saja.
Satu jari telunjuknya tegak, seperti orang tengah melakukan tasyahud dalam shalat.
Kiat Mudah Panjang Umur dan Lapang Rizki
Beliau mengutip
dari al-hafizh Abu Musa Al-Madini dalam kitabnya, At-Targhib wa
At-Tarhib, sebuah hadits yang sangat mencengangkan. Hadits tersebut
adalah hadits dari Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa salam bersabda:
إِنِّي رَأَيْتُ
اْلبَارِحَةَ عَجَبًا، رَأَيْتُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي أَتَاهُ مَلَكُ
الْمَوْتِ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، لِيَقْبِضَ رُوحَهُ فَجَاءَهُ بِرُّ
وَالِدِهِ فَرَدَّ مَلَكَ الْمَوْتِ عَنْهُ
“Sesungguhnya
tadi malam aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang mengherankan. Dalam
mimpiku, aku melihat seorang laki-laki dari umatku didatangi oleh
malaikat maut ‘alaihis salam untuk mencabut nyawanya. Tiba-tiba
datanglah amalan berbakti kepada ayahnya lalu menolak malaikat maut dari
orang tersebut.” Al-hafizh Abu Musa Al-Madini mengatakan, “Hadits ini
sangat hasan.” (Badruddin Al-‘Aini, ‘Umdatul Qari Syarh Shahih
Al-Bukhari, 11/181)
Perbedaan Mukmin dan Kafir Menyikapi Dunia
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam terlimpah untuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Diantara fitnah
besar yang telah Allah peringatkan bahayanya adalah fitnah dunia.
Banyak orang tertipu, terpedaya, dan hancur karenanya. Bahkan tidak
sedikit yang rela menukar iman dan akhiratnya dengan dunia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kefanaan dan
Sabtu, 01 Desember 2012
Bersatulah Muslim Indonesia-Malaysia, Karena Yahudi Suka Jika Kita Berpecah
KITA harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu layaknya api yang menimbulkan asap besar. Pertanyaannya siapakah pemantik api itu? Umat Muslim? Bukan, karena kita hanya korban.
Pakar Melayu Prof. Dr.
Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu,
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengamini bahwa ada intervensi
pihak luar di balik perseteruan kedua Negara serumpun muslim ini
Dalam memoar buku Thomas Raffles disebutkan, Barat harus memastikan bahwa alam Melayu ini lemah. Untuk melemahkan, Raffles mengusulkan dua buah strategi.
Pertama,
imigran-imigran asing masuk ke Melayu supaya kawasan ini tidak menjadi
kawasan Melayu, melainkan majemuk (dibawa orang-orang China dan India).
Kedua,
pastikan bahwa raja-raja Melayu yakni Semenanjung, Sumatera, Jawa dan
sebagainya, tidak mengambil para ulama Arab menjadi penasehat mereka.Jadi, tujuan mereka memang untuk memisahkan Arab dengan Melayu.
Bersatunya antara Malaysia dan Indonesia membentuk Imperium Islam Melayu inilah yang sangat ditakuti oleh Zionisme.
Mereka sadar
Melayu adalah potensi kuat dalam membangkitkan Islam dari tenggara Asia,
maka itu jalur ini harus dihabisi, apapun caranya.
Dan pengalaman bangsa Indonesia yang kerap mudah diadu domba adalah kunci yang selalu mereka pegang saat zaman devide et impera.
Yang juga kita harus faham adalah Thomas Stamford Raffles sendiri seorang Freemason. Menurut Th Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas, Raffles pada tahun 1813 dilantik sebagai mason bebas di bantara “Virtutis et Artis Amici”. “Virtus” merupakan suatu bantara sementara di perkebunan Pondok Gede di Bogor.
Perkebunan itu dimiliki Wakil Suhu Agung Nicolaas Engelhard. Di
situ Raffles dinaikkan pangkat menjadi ahli (gezel), dan hanya sebulan
kemudian dinaikkan menjadi meester (suhu) di loge “De Vriendschap” di
Surabaya.
Raffles pula yang mendirikan Singapura modern yang kini menjadi basis Israel di Asia Tenggara. Agen-agen zionis melalui Singapura adalah penghasut sebenarnya dalam mengeruhkan hubungan sesama muslim Melayu.
Kebanyakan
koruptor Indonesia pun bermukim di Singapura setelah merampok uang hasil
keringat anak-anak Indonesia dan rakyat jelata.
Singaptra
adalah sekutu zionis. Mereka tidak mau menandatangani perjanjian
extradisi dengan Indonesia semata-mata melindungi koruptor ini karena
mereka bawa banyak uang ke Singapura.
Untuk
mengalihkan isu ini dari masyarakat Indonesia, mereka akan coba cari isu
supaya masyarakat Indonesia lebih fokus pada isu yang mereka cipta.
Maka diwujudkanlah isu sekarang, konfrontasi Malaysia-Indonesia dari mulai budaya bahkan Sepakbola. Melalui media sekular di Negara ini, mereka terus berupaya agar rumpun Melayu bangga akan identitas negara-nya masing-masing. Agar kedua negara mayaoritas muslim ini bangga atas nasionalismenya masing-masing.
Adanya inflitrasi Zionis di Malaysia juga bukan barang baru. Beberapa
tahun lalu mantan wakil perdana menteri Malaysia yang juga tokoh
oposisi, Anwar Ibrahim, pernah membeberkan fakta adanya keberadaan
intelijen Zionis di markas kepolisian federal Malaysia
Kala itu
bersama dengan Kelompok Muslim, mereka menyatakan memiliki dokumen yang
memperlihatkan kemungkinan adanya intelijen Zionis kedalam strategi
informasi negara lewat perusahaan kontraktor bernama “Osiassov”, yang
melaksanakan proyek pengembangan sistem komunikasi dan teknologi di
markas besar polisi federal Malaysia.
Anwar Ibrahim
menjelaskan bahwa perusahaan “Osiassov” terdaftar di Singapura namun
berkantor pusat di negara penjajah Zionis Tel Aviv.
Menurut Anwar,
kehadiran dua mantan perwira tentara Zionis di perusahaan yang
bersangkutan, adalah sepengetahuan petugas polisi senior Malaysia dan
Menteri Dalam Negeri Malaysia sejak jaman Syed Ahmad Albar.
Yakinlah, jika
umat muslim Melayu tidak kembali ke ajaran Islam sejati dimana tak ada
ruang pada nasionalisme yang memberhalakan bangsa, benih permusuhan itu
akan selalu muncul, walau kedua Negara itu makmur dan sama-sama beragama
muslim.
Maka itu,
bersatulah bangsa Melayu. Bersatulah di atas Panji Islam yang akan
membuka jalan tegaknya dienullah ini di tanah perjuangan kita, tanah
Melayu Darussalam, karena sesungguhnya Yahudi suka jika kita berpecah. (Pz/Islampos/www.globalmuslim.web.id)
Doa Untuk Mendapatkan Jodoh yang Terbaik dan Sesuai Harapan
Banyak pemuda kebingungan mencari gadis yang akan dijadikan calon
istri. Dalam zaman yang diwarnai oleh emansipasi wanita ala
negara-negara kafir Barat ini, mencari sosok calon istri yang baik
pemahaman dan pengamalan agamanya, baik akhlaknya, baik garis keturunan
keluarganya —syukur-syukur cantik wajahnya dan kaya harta— bukan
pekerjaan mudah.
Para gadis lebih pusing lagi. Jumlah kaum wanita yang lebih banyak
dari jumlah kaum pria merupakan sebuah persoalan tersendiri. Apalagi
gadis biasanya relatif pasif dan hanya menunggu bola. Maka memilih
seorang calon suami yang baik pemahaman dan pengamalan agamanya, baik
akhlaknya, baik garis keturunan keluarganya —syukur-syukur tampan
wajahnya dan mapan pekerjaannya— sungguh pekerjaan yang sulit.
Saking sulitnya, terkadang menantikan kedatangan seorang pemuda
muslim yang rajin shalat lima waktu secara berjama’ah, tidak merokok dan
bukan pengangguran saja —kriteria yang sebenarnya tak muluk-muluk—
butuh waktu yang entah berapa lama, hanya Allah yang tahu.
Semua pemuda dan gadis tentu berharap dimudahkan dan dilancarkan oleh
Allah dalam urusan mendapatkan jodoh dan membangun ikatan rumah tangga.
Banyak di antara mereka bertanya-tanya kepada para kyai, ustadz dan
murabbi (pembimbing ruhaninya), tidak adakah doa dari Al-Qur’an atau
hadits nabawi untuk mendapatkan jodoh yang ideal dan sesuai dengan
harapan?
Sebagai agama yang memberikan panduan bagi seluruh aspek kehidupan
manusia, sudah tentu Islam mengajarkan doa yang ditanyakan tersebut.
Persoalannya, seringkali orang terpaku pada penyebutan lafal “istri yang
shalihah” atau “suami yang shalih” misalnya, sehingga merasa merasa
tidak ada doa dalam Al-Qur’an atau hadits nabawi yang secara khusus
berkaitan dengan permintaan kemudahan mendapatkan pasangan hidup yang
ideal.
Islam adalah agama yang memberi panduan dalam semua persoalan
kehidupan umat manusia. Perkara yang besar sampai perkara yang kecil,
urusan pengelolaan negara sampai urusan buang air kecil, semuanya ada
tuntunannya dalam Al-Qur’an dan as-sunnah.
Dalam perkara-perkara yang bersifat baku dan tidak mengalami
perubahan dengan adanya perubahan tempat dan zaman, Islam memberi
panduan yang sifatnya rinci. Misalnya persoalan akidah, akhlak mulia dan
akhlak tercela, ibadah-ibadah ritual, hukum pidana, pernikahan dan yang
berkaitan dengannya, warisan dan yang berkaitan dengannya.
Adapun dalam perkara-perkara yang bisa berubah mengikuti perubahan
zaman dan tempat, Islam memberi panduan secara global. Perinciannya
diserahkan kepada ijtihad ulama’ dan umara’ kaum muslimin. Misalnya
teknis pengelolaan politik, ekonomi, militer, budaya, ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Nash-nash Al-Qur’an dan hadits nabawi memiliki sifat jawami’ al-kalim.
Maksudnya adalah lafalnya ringkas, namun maknanya sangat luas dan
mengandung pelajaran yang sangat dalam. Demikian pula halnya dengan
doa-doa yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadits nabawi, lafalnya
ringkas-ringkas namun maknanya sangat luas dan sudah mencakup semua hal
yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia.
Meskipun berdoa itu sifatnya bebas, dengan bahasa apapun dan lafal
apapun sesuai kebutuhan orang yang berdoa, namun Islam juga memberikan
panduan kepada umatnya untuk membiasakan diri berdoa dengan doa-doa yang
bersifat jawami’ al-kalim. Sepantasnya seorang muslim berdoa
dengan doa-doa yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan as-sunnah, karena
lafal dan kandungan maknanya tentu lebih baik dari doa-doa yang
dirangkai dengan kata-kata kita sendiri, yang biasanya lafalnya panjang
lebar namun kandungan maknanya tidak luas.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: «كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ
مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ»
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa salam menyukai doa-doa yang jawami’ (ringkas lafalnya namun
luas dan dalam maknanya) dan meninggalkan doa-doa selainnya.” (HR.
Abu Daud no. 1482, Ahmad no. 25151, Ibnu Hibban no. 867, Ath-Thayalisi
no. 1491, Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil Al-Atsar no. 6029, Al-Hakim
no. 1978 dan Ibnu Abi Syaibah no. 29165. Dishahihkan oleh Al-Hakim,
Adz-Dzahabi dan Al-Albani)
Sekarang marilah kita perhatikan sebagian doa dalam Al-Qur’an dan
as-sunnah yang menuntun seorang pemuda dan gadis untuk mendapatkan
pasangan hidup yang ideal dan sesuai harapannya. Jika dikaji secara
mendalam, bisa jadi akan banyak ditemukan doa-doa tersebut. Di sini kita
akan menyebutkan sebagiannya saja yang mudah:
Pertama
Doa yang diajarkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)
Lafal kebaikan di dunia dalam ayat di atas adalah jawami’ al-kalim. Lafal kebaikan di dunia sudah mencakup calon istri yang shalihat, calon suami yang shalih, dan makna-makna lainnya.
Saat menjelaskan makna ayat tersebut, imam Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi
berkata: “Doa ini telah mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan
menjauhkan dari semua keburukan di dunia. Karena kebaikan di dunia itu
mencakup segala hal yang diinginkan di dunia, berupa kesehatan, rumah
yang luas, istri yang baik (atau suami yang baik,
pent), rizki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih,
kendaraan yang nyaman, pujian yang baik dan lain-lainnya yang telah
disebutkan dalam ungkapan para ulama tafsir. Tidak ada kontradiksi
antara pendapat-pendapat mereka tersebut, karena semuanya termasuk dalam
cakupan makna kebaikan di dunia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/558)
Oleh karena begitu hebatnya doa ini, maka Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa salam selalu membacanya. Bahkan ia adalah doa yang paling
banyak dibaca oleh beliau. Sebagaimana dituturkan oleh pelayan beliau,
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»
“Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salama adalah doa: “Ya Allah, ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (HR. Bukhari no. 6389 dan Muslim no. 2690)
Kedua
Doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ
عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ
بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ
وَمَا لَمْ أَعْلَمْ
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, yang disegerakan
(di dunia) maupun yang diakhirkan (di akhirat), yang saya ketahui maupun
yang tidak saya ketahui.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, yang disegerakan
(di dunia) maupun yang diakhirkan (di akhirat), yang saya ketahui
maupun yang tidak saya ketahui.” (HR. Ahmad no. 25019, Ibnu
Majah no. 3846, Ibnu Abi Syaibah no. 29345, Ibnu Hibban no. 869, Abu
Ya’la no. 4473 dan Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil Al-Atsar no. 6026.
Hadits shahih)
Kebaikan yang disegerakan di dunia dalam hadits Aisyah radhiyallahu
‘anha di atas sudah mencakup istri yang shalihat dan suami yang shalih
bagi orang yang telah menikah, juga mencakup calon istri yang shalihat
dan calon suami yang shalih bagi orang yang belum menikah.
Keburukan yang disegerakan di dunia dalam hadits Aisyah radhiyallahu
‘anha di atas sudah mencakup istri yang buruk dan suami yang buruk (baik
dari segi ilmu agama, akhlak, harta, nasab maupun fisik) bagi orang
yang telah menikah, juga mencakup calon istri yang buruk dan calon suami
yang buruk (baik dari segi ilmu agama, akhlak, harta, nasab maupun
fisik) bagi orang yang belum menikah.
Satu doa dari Al-Qur’an dan satu doa dari hadits di atas sebenarnya
sudah mencukupi kebutuhan orang-orang yang menginginkan pasangan hidup
yang bisa menemaninya dalam menggapai kebahagian dunia dan akhirat.
Jika setelah itu masih ingin memanjatkan doa-doa tambahan dengan
lafal-lafal yang disusun sendiri atau disusun oleh kyai dan ustadz,
misalnya, maka tidak mengapa. Sebaiknya selalu dilantunkan juga bagian
akhir dari doa dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha di atas yang
berbunyi:
وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
“Dan aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.” (HR.
Ahmad no. 25019, Ibnu Majah no. 3846, Ibnu Abi Syaibah no. 29345, Ibnu
Hibban no. 869, Abu Ya’la no. 4473 dan Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil
Al-Atsar no. 6026. Hadits shahih)
Saudaraku muslim dan muslimah di manapun Anda berada…
Semoga Allah Ta’ala mengaruniakan kepada Anda pasangan hidup yang
terbaik bagi Anda dan memudahkan Anda menggapai kebahagian hidup di
dunia dan di akhirat. Amien.
Jumat, 30 November 2012
Pesan Ruqaya, gadis 8 tahun, kepada umat Muslim Suriah dan seluruh dunia
Seorang gadis
Muslimah yang baru berusia 8 tahun, berceramah di Konferensi Khilafah di
Sydney, Australia, yang digelar pada 16 September 2012. Tema
pada konferensi tersebut adalah tentang revolusi di Timur Tengah dan
Afrika Utara, yang terkait dengan masa depan Dunia Islam.Ruqaya,
mewakili anak-anak Muslim di Sydney, menyampaikan beberapa pesan untuk
kaum Muslimin di seluruh dunia, terkhusus kepada Muslim di Suriah,
terkait perang yang sedang terjadi di Suriah. Berikut terjemahannya:
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
Bissmillahirrahmarirrahiim
Alhamdulillahirobbilalamiin
Saudara-saudariku se-Islam,
Karena dunia
(musuh) bersatu melawan orang-orang mukmin di Suriah, berusaha
membahayakan mereka dan membajak revolusi kami yang ikhlas dan diberkahi. Anak-anak di Sydney ingin menyampaikan pesan harapan dan dukungan kepada kaum Muslimin di negeri Syam. Terutama kepada anak-anak dan para ibu. Dengan ini, saya ingin menyampaikan tiga pesan:
Pesan pertama saya adalah untuk kaum Muslimin di Suriah:
Saudara dan saudariku se-Islam, revolusi ini telah menunjukkan bahwa umat ini masih hidup dan baik-baik saja. Perasaannya
untuk Islam, cintanya untuk Jihad, dia (umat) melepaskan dirinya
sendiri dari ketakutan yang dia rasakan, dan dia merindukan untuk sekali
lagi hidup di bawah bendera Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah.
Wahai Ahlu Syam (penduduk Syam), kalian tetap dalam doa kami, pertahanan kami dan hati kami. Ketika kalian menangis, kami menangis. Ketika kami tahu mereka bersedih, kami bersedih, dan ketika syuhada gugur, kami juga tersungkur jatuh dalam sujud kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, memohon kepada-Nya untuk memberikan kemenangan dan mengembalikan milik kalian.
Jadi, kami mohon untuk tetap bersabar dan tabah di atas kebenaran.Kemenangan telah dijanjikan. Dan setiap orang yang sadar bisa melihat bahwa kemenangan ini akan segera datang, insya Allah. Karena Suriah adalah tanah yang diberkahi dan orang-orangnya adalah orang-orang yang diberkahi.
Sebagaimana Nabi hallallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Keberuntungan (dan surga) untuk negeri Syam." Maka kami bertanya, "Kenapa begitu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Karena malaikat-malaikat Ar-Rahman membentangkan sayap-sayapnya untuk menaungi negeri Syam.." (HR.Ahmad, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah, Ath-Thabarani, Yusuf bin Sufyan Al-Fasawi, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Pesan kedua saya kepada seluruh umat Muslim
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan pembelaan agama, maka kalian wajib menolong mereka." (QS. Al-Anfal [8]: 72)
Anak-anak
sekecil seperti diriku bisa ditemukan di jalan-jalan, bergabung dalam
revolusi ini, mengambil resiko dalam hidup mereka untuk membawakan
makanan, air dan obat-obatan kepada anggota keluarga mereka yang terluka.Sebagian dari mereka tidak pernah kembali kepada ibu-ibu mereka, tetapi gugur bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Para wanita dan
anak-anak terpaksa bergabung dalam pertempuran ini karena tidak ada
yang melindungh umat ini, tidak ada yang menjaga mereka, tidak ada yang
mengorganisir upaya tersebut, tidak ada pasukan yang membela mereka dan
tidak ada yang mempersatukan mereka.
Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Imam
(khalifah) adalah sebuah perisai, (mush-musuh Islam) diperangi dari
belakang perisai itu dan perisai itu untuk berlindung (dari serangan
musuh)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Siapa yang akan mengusahakan perisai tersebut? Jika umat tidak tahu atau tidak ada orang yang tahu di mana (perisai itu –red). Jadi,
kaum Muslimin di manapun mereka tinggal, harus bergabung dalam upaya
untuk mengembalikan perisai itu, Khalifah, perisai yang akan melindungi
laki-laki, perempuan, dan anak-anak ketika mereka dalam bahaya.
Pesan ketiga saya adalah untuk para hadirin di depan saya:
Kalian semua telah melihat video-video yang terjadi di Suriah. Orangtua saya memiliki sebagian besar untuk melihat sebagian dari video-video itu. Tetapi diketahui bahwa di sana banyak terjadi yang lebih buruk. Bagaimana bisa kita menerima ini terjadi terhadap saudara dan saudari kita? Bagaimana bisa kita menerima ini terjadi terhadap anak-anak kita, ibu-ibu kita, dan ayah-ayah kita?
Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak akan menzaliminya dan tidak akan menyerahkannya (kepada musuh)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Walaupun kita berdoa dan memberikan semua sumbangan, tetapi ini semua tidak menyelesaikan masalah.
Tidakkah kita lupa bahwa nadi kita berdenyut dari satu jantung. Kita
bernafas dari paru-paru yang sama, air mata kita keluar dari mata yang
sama, dan darah kita mengalir dalam pembuluh darah yang sama.
Jadi, hari ini
adalah hari penting, setelah kita selesai dari konferensi ini,
berjanjilah kepada Allah bahwa kita akan berjuang bersama mereka yang
sedang berjuang untuk menerapkan Islam. Tidak ada yang terlalu muda (untuk berjuang -red). Kita ingat pada seorang pemuda hebat, sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, seperti 'Ali radhiallahu 'anhu yang menerima Islam pada usia 10 tahun.Atau Usamah bi Zaid radhiallahu 'anhu yang memimpin pasukan Islam pada usia 17 tahun. Jadi kita harus bekerja keras untuk mencapai kemenangan ini.
Cukuplah generasi kalian dan generasi orangtua kalian tumbuh dalam ketiadaan Khilafah. Jangan biarkan generasiku ditambahkan pada daftar ini.
Kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk membimbing dan melindungi saudara dan saudari kita di Suriah. Kita berdoa kepada Allah semoga Dia memberikan mereka kemenangan secepatnya dan menolong anak-anak yatim kita dan para janda. Kita berdoa kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala menerima
mereka yang telah meninggal sebagai syuhada di dalam Jannah yang
tertinggi, dan akhirnya kita berdoa kepada Allah untuk menegakkan
perisai yang akan melindungi milik mereka, ibu-ibu mereka, tanah mereka
dan agama ini.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
Kamis, 22 November 2012
Fatimah, Wanita Idaman Semua Muslimah!
MENJADI isteri
seorang penguasa merupakan kebanggan dan impian mayoritas wanita.
Selain memiliki prestise yang luar biasa, status sosial yang terhormat,
menjadi isteri seorang pemimpin juga akan mendapatkan fasilitas yang
serba lux dan kemudahan dalam administrasi.
Tak jarang ada sosok wanita yang haus
akan kehormatan, gila akan gelimang materi dunia, memanfaatkan jabatan
dan kekuasaan suaminya sebagai ajang menumpuk materi dengan menghalalkan
segala cara. Inilah potret sebagian wanita dewasa ini, di republik
negeri tercinta ini.
Sebagai renungan dan tolak ukur
kezuhudan kita akan gemerlap dunia marilah sekilas kita melihat salah
satu profil wanita yang bersahaja, melihat kemewahan dunia dengan apa
adanya.
Wanita tersebut merupakan salah satu
sosok penting dalam sejarah peradaban islam, wanita yang turut andil
mengibarkan panji-panji kebesaran islam, wanita yang sangat mulia status
sosialnya yang tidak terpengaruh dengan materi, kekuasaan sejenak.
Wanita tersebut dikenal dengan nama Fatimah binti Abdul Malik.
***
Fatimah merupakan satu-satunya anak
perempuan dari lima bersaudara dari khalifah Daulah Abbasyiah yang
bernama Abdul Malik bin Marwan. Empat saudaranya yang laki-laki adalah
Yazid, Hisyam, Maslamah dan Sulaiman.
Layaknya putri raja dan kepala Negara
Islam, Fatimah pun mendapatkan kehormatan dan segala fasilitas yang
mewah, hidup dengan penuh kasih sayang dan dimanja oleh kedua
orangtuanya dan saudara-saudaranya.
Kebahagiannya menjadi sempurna dengan
dipersunting oleh seorang lelaki yang terbaik pada zamannya, dari
keluarga yang terhormat yang bernama Umar bin Abdul Aziz, beliau
merupakan sosok yang hidup penuh dengan keglamoran dan kemewahan
meskipun demikian ia merupakan sosok yang relegius dan sangat amanah.
Mereka merupakan pasangan sejoli yang ideal dan romantis.
Puncak dari kebahagian mereka berdua
adalah diangkatanya Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah menggantikan
Sulaiman bin Abdul Malik ia dilantik pada hari jumat, bulan Shafar 99 H
di kota Damaskus.
Ditunjuknya Umar bin Abdul Aziz sebagai
khalifah karena Sulaiman bin Abd Malik memiliki putra yang masih
kecil-kecil sehingga kekuasaan tersebut diberikannya kepada Umar bin
Abdul Aziz yang telah dikenal akan perangainya.
Proses dan pelantikannya sebagai
khalifah inilah yang merubah pola pikir dan pandangan hidup seorang Umar
bin Abdul Aziz dari seorang yang hidup penuh keglamoran menjadi sosok
yang sederhana, zuhud dan tampil sebagai salah satu pemimpin umat Islam
yang terbaik.
Selama tiga hari masa pelantikan Umar
bin Abdul Aziz menuju dan memperoleh pencerahan, ia dengan tegas menolak
seluruh fasilitas istana yang diperuntukkan bagi seorang sultan .
Fatimah,
sangat terkejut ketika mendengar berita bahwa khalifah baru yakni
suaminya menolak segala fasilitas istana, ia hanya memilih menunggang
keledai untuk kendaraan sehari-hari, membatalkan acara pelantikan
dirinya sebagai khalifah yang akan diadakan besar-besaran dan penuh
kemewahan.
Sungguh Fatimah heran dan tidak percaya
mendengar berita tersebut karena ia sangat mengenal siapa suaminya,
sosok yang sangat identik dengan kemewahan hidup mengapa secara
tiba-tiba ia hendak berpaling dari kemewahan padahal tampuk kekuasaan
kaum Muslimin baru saja di anugerahkan kepadanya.
Keterkejutannya semakin bertambah
tatkala melihat suaminya pulang dari dari kota Damaskus, tempat ia
dilantik sebagai khalifah umat Islam. Suaminya terlihat lebih tua tiga
tahun dibandingkan tiga hari yang lalu tatkala ia berangkat ke kota
Damaskus.
Wajahnya terlihat sangat letih, tubuhnya gemetaran dan layu karena menanggung beban yang teramat berat.
Dengan suara lirih Umar bin Abdul Aziz
berkata dengan lembut dan penuh kasih-sayang kepada sang isteri
tercinta, “Fatimah, isteriku...! bukankah engkau telah tahu apa yang
menimpaku? Beban yang teramat dipikulkan kepundakku, menjadi nakhoda
bahtera yang dipenuhi, ditumpangi oleh umat Muhammad Shallallahu ‘alahi
Wassalam. Tugas ini benar-benar menyita waktuku hingga hakku terhadapmu
akan terabaikan, aku khawatir kelak engkau akan meninggalkanku apabila
aku akan menjalani hidupku yang baru, padahal aku tidak ingin berpisah
denganmu hingga ajal menjemputku.”
“Lalu, apa yang akan engkau lakukan sekarang?,” tanya Fatimah.
“Fatimah...! engkau tahu bukan, bahwa
semua harta, fasilitas yang ada di tangan kita berasal dari umat Islam,
aku ingin mengembalikan harta tersebut ke Baitul Maal, tanpa tersisa
sedikitpun kecuali sebidang tanah yang kubeli dari hasil gajiku sebagai
pegawai. Di sebidang tanah itu kelak akan kita bangun tempat berteduh
kita dan aku hidup dari sebidang tanah tersebut, maka jika engkau tidak
sanggup dan tidak sabar terhadap rencana perjalanan hidupku yang akan
penuh kekurangan dan penderitaan maka berterus-teranglah, dan sebaiknya
engkau kembali keorangtuamu!,” jawab Umar bin Abdul Aziz.
Lalu Fatimah kembali bertanya, “Wahai suamiku, apa yang sebenarnya membuat engkau berubah sedemikian rupa?”
“Aku memiliki jiwa yang tidak pernah
puas, setiap yang kuinginkan selalu dapat kucapai, tetapi aku
menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi yang tidak ternilai dengan
apapun juga yakni surga. Surga adalah impian terakhirku, “jawab Umar bin
Abdul Aziz lagi .
Fatimah yang notabene merupakan wanita yang
terbiasa hidup mewah, dengan fasilitas yang disediakan dan pelayanan
yang super maksimal ketika mendengar keputusan suaminya ia tidak kecewa,
tidak menunjukan kekesalan dan keputus asaan. Dengan suara yang tegar
dan mantap ia menegaskan, “Suamiku...! Lakukanlah yang menjadi
keinginanmu dan aku akan setia di sisimu baik di kala susah atau senang
hinga maut memisahkan kita.”
Fatimah yang agung menjadi pendukung
pertama gerakan perubahan yang akan dilakukan oleh suaminya yakni
gerakan kesederhanan para pemimpin dalam kehidupan. Demi bakti dan
keridhaan sang suami yang tercinta, ia rela meninggalkan kemewahan hidup
yang selama ini dinikmatinya. Semuanya dilakukan dengan penuh
kesadaran, keikhlasan atas pondasi keimanan yang kuat.
Di rumahnya yang baru, Fatimah hidup
dengan penuh kesederhanaan, pakaian yang dikenakan, makanan yang
disantap tanpa ada kemewahan dan kelezatan semuanya tidak jauh dengan
rakyat biasa. Padahal status yang mereka sandang adalah raja dan ratu
seluruh umat Islam masa itu.
Begitu sederhananya konsep kehidupan
yang mereka terapkan, banyak orang yang belum mengenalnya tidak
menyangka bahwa mereka adalah pasangan penguasa umat Islam kala itu.
Diceritakan, suatu hari datanglah wanita
Mesir untuk menemui khalifah di rumahnya, sesampai dirumah yang
ditunjukkan ia melihat seorang wanita yang cantik dengan pakaian yang
sederhana sedang memperhatikan seseorang yang sedang memperbaiki pagar
rumah yang dalam kondisi rusak.
Setelah perkenalan si wanita Mesir baru
sadar bahwa wanita tersebut adalah Fatimah, isteri sang Amirul Mukminin
Umar bin Abdul Aziz. Ia pun menanyakan sesuatu hal,’’Ya Sayyidati,
mengapa engkau tidak menutup auratmu dari orang yang sedang memperbaiki
pagar rumah engkau?”
Seraya tersenyum Fatimah menjawab, “Dia adalah Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz yang sedang engkau cari.”
Istiqamah dalam Kesederhanaan
Dengan
hidup yang penuh kesederhanaan bahkan sering kali kekurangan, Fatimah
tetap sabar dan setia mendampingi Umar bin Abdul Aziz. Suaminya. Ketika
suaminya meninggal dunia, Fatimah kerap mencucurkan air mata, bukan
karena khawatir kehidupannya akan bertambah sulit sepeninggalan suaminya
yang hanya mewariskan sebidang tanah. Namun ia menangis karena ia cemas
tanpa kehadiran suami di sisinya. Sanggupkah ia mempertahankan prinsip
dan konsep hidup sederhana yang selama ini dibinanya dengan sang suami
tercinta?
Bahkan Yazid, saudaranya sendiri yang
diangkat menjadi khalifah menggantikan Umar bin Abdul Aziz pernah
mengunjungi Fatimah dan hendak menyerahkan kembali seluruh perhiasan dan
fasilitas yang telah mereka serahkan ke Baitul Maal tatkala Umar bin
Abdul Aziz dilantik menjadi khalifah. Namun dengan tegas dan penuh
keikhlasan hal tersebut ditolaknya seraya berkata, "Tidak, demi Allah,
hal itu tidak akan aku terima, aku bukanlah jenis orang yang taat kepada
suami tatkala ia hidup dan meningkarinya tatkala ia telah tiada. Aku
melakukannya ikhlas karena Allah sebagai bentuk ketaatan kepada suamiku
yang tercinta,” ujarnya.
Sungguh luar biasa. Inilah sosok wanita
yang sempurna, wanita yang shalihah mampu memalingkan, memejamkan mata
terhadap gemilau keindahan materi tatkala kemewahan tersebut ada didepan
mata dan wanita idaman para Muslimah.
Kita berharap semoga sosok-sosok ini
menjadi suri tauladan bagi para wanita, khususnya wanita yang berposisi
sebagai isteri penguasa agar tampil menjadi fatiamah-Fatimah baru di era
kontemporer ini.*/Hairuni, mahasiswa Tafsir Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Saat Dunia Menjelang Kiamat, Manusia Akan Berzina Di Jalanan
“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, umat ini tidak akan punah, sampai ada laki-laki mendatangi perempuan, lalu menyetubuhinya di jalan. Lantas orang yang terbaik pada saat itu adalah yang mengatakan: ‘Alangkah baiknya jika kamu bersembunyi di balik tembok ini.” (HR Abu Ya’la)
Inilah puncak kebejatan manusia dalam perzinaan yang akan terulang kembali di akhir zaman, pasca wafatnya Nabi Isa AS dan Imam Mahdi. Manusia akan kembali ke zaman jahiliyah, bahkan lebih buruk lagi. Orang-orang yang tidak waras akan melakukan hubungan badan layaknya binatang secara terang-terangan, di jalanan, di jembatan, di tempat terbuka dan banyak ditonton orang.
Parahnya lagi, orang-orang terbaik saat itu tidak mampu berkomentar apa-apa saat menyaksikannya, selain menghimbau agar pelaku zina di tempat itu menyingkir dan melakukannya di di tempat yang agak tertutup. Bahkan, ada di antara orang terbaik saat itu yang melihatnya juga tertarik untuk melakukan perbuatan bejat tersebut, namun hati nuraninya meminta dirinya untuk melakukannya di tempat yang tersembunyi. Jika demikian adalah manusia terbaik saat itu, bagaimana dengan manusia bejatnya?
Rasulullah SAW bersabda : “Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka melakukan hubungan intim di dalamnya bagaikan keledai, maka pada merekalah kiamat akan terjadi.” (HR Muslim)
Beruntung pada hari ini masih dijumpai orang-orang waras dan sehat yang mengutuk dan menolak tindakan bejat dan kriminal tersebut. Wallohu’alam [sm/islampos/arrisalah/www.globalmuslim.web.id]
Jumat, 16 November 2012
Wahai Diri, Tetaplah Istiqomah!
kembali ku baca berita-berita tentang saudara-saudara seimanku yang ada di belahan bumi sana.
yang dibantai
yang tertindas.
kembali kulihat rekaman-rekaman penindasan mereka,
foto-foto jasad mereka.
seakan-akan gambar-gambar itu berkata padaku,
"SAUDARAKU.. BUKANKAH KITA INI BERSAUDARA?"
"APA YG TELAH KAU LAKUKAN UNTUK MEMBANTUKU?"
betapa malunya aku, betapa merasa bersalahnya aku
saudara-saudaraku di belahan bumi sana mengorbankan segalanya,
air mata, darah, bahkan nyawa mereka.
sedangkan aku? capek?!
hanya waktu & tenaga saja
astaghfirullah..
ya Allah bantulah kami agar tetap istiqamah di Jalan ini
ya Allah bantulah para pejuang-pejuang-MU
ya Allah
bantulah kami untuk bangkit dan bersatu kembali sebagai 1 ummat yang
terbaik, yang kuat, yang menyebarkan kasih sayang & kedamaian, yang
pastinya yang Engkau ridhai
akupun ingin
mnjadi salah satu hambaMU yg memegang estafet dakwah yang diwarisi oleh
para Nabi & Rasul-MU serta hamba-hambaMU yg Engkau cintai. aamiin..[www.syahidah.web.id]
Kamis, 17 Mei 2012
Harry Moekti:Goyang Erotis Trio Macan Tak Kalah Ekstrim dari Lady Gaga
“Gimana
nggak stress, shalat dilakukan maksiat jalan terus. Namanya rocker,
kalau sudah di atas panggung seperti kesetanan,” kata Harry Moekti saat
menjadi pembicara dalam Halaqah Islam dan Peradaban bertajuk
“Liberalisasi Agama & Budaya: Strategi Penjajah Hancurkan Islam” di
Wisma Antara, Rabu (16/5) siang.
Benarkah
budaya akan selalu berbenturan dengan Islam? Menurut Harry Moekti,
budaya bisa berbenturan dengan Islam, manakala institusi atau aturan
negaranya tidak Islami dan tidak menjalankan syariat. Akibatnya, malah
budaya itu yang menjadi aturan. Justru Islam itu diturunkan untuk
meluruskan budaya. Adapun budaya seperti silaturahim, gotong royong,
adalah budaya yang baik, dan tidak bertentangan dengan Islam.
“Harus
diakui, manusia itu butuh hiburan. Namun, hiburan atau pertunjukan
yang menghantarkan keharaman, maka hiburan itu menjadi mudharat, apalagi
hiburan yang liriknya penuh maksiat, seperti lagu saya dulu. Apalagi
lirik lagunya Lady Gaga,” ujarnya.
Dalam
pandangan Harry, musik itu tidak haram, tapi kalau sudah menjadi
wasilah keharaman, musik itu menjadi haram. Seharusnya musik
menghatarkan seseorang pada keimanan kepada Allah, menciptakan
kelembutan. Musik seperti ini sifatnya mubah. Tapi tetap saja, jangan
dicamburbaurkan antara dakwah dan musik.
“Dakwah
itu wajib, sedangkan musik itu mubah. Jangan dicampur aduk. Sangat
disesalkan, kebanyakan saat latihan musik, marawis misalnya, eeh malah
tidak ngaji. Jadi keliru, melakukan yang mubah, tapi meningggalkan
kewajiban. Musik jika untuk menggembirakan keluarga boleh saja, tapi
jika menjadi industri itu menjadi mudharat.
Kritik Ahmad Dani
Harry
yang punya nama asli Hariyadi Wibowo mengakui, seorang artis jika ingin
namanya melambung, kadang harus membuat sensasi dan kegilaan tertentu,
bahkan sampai pada tahap melanggar aturan Allah. Ia memberi contoh,
Ahmad Dhani kerap menggunakan simbol-simbol zionis Yahudi, seperti
bintang David, simbol mata satu (Illuminati), dan simbol-simbol lain
gerakan Freemasonry. Lebih dari itu, Ahmad Dani pernah menjadikan alas
panggungnya dengan lafadz Allah. Bila melihat video clipnya, akan
terlihat simbol mata satu. Bukan hanya itu, Dani terang-terangan
mendukung Lady Gaga, sang pemuja setan. Dia pengagum Gus Dur yang
liberal. Dia juga bangga dengan garis keturunan dari ibunya yang
berdarah Yahudi (Kohler).
“Ahmad
Dani itu memang setan. Orang fasik ini jangan dibirakan. Orang seperti
Dani, gak pantas bicara soal agama, karena ia masih suka ikhtilat
(bercampur dengan wanita-wanita cantik), kaburo maktan,” kata Harry
Moekti berang. Suatu
ketika Harry pernah diajak ngerock dalam satu panggung dengan Ahmad
Dani di Kalimantan (Beurau). “Saat itu karpet panggung menggunakan
lambang Allah. Tawaran itu saya tolak mentah-mentah. Sebetulnya di
belakang itu, ada peran produser yang mensettingnya, mengingat musik
dengan sensasinya sudah menjadi industri,” tandas Ustadz yang kini
menjadi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Bukan
hanya Ahmad Dani yang melakukan sensasi untuk melambungkan namanya,
seorang Julia Peres alias Jupe dan Dewi Persik (Depe) pun menciptakan
sensasi yang tak kalah gilanya. Perseteruan antara Jupe dan Depe, kata
Harry, sengaja disetting untuk mengangkat kembali namanya yang hampir
tenggelam di dunia hiburan.
“Dulu,
Rhoma Irama dan Elvie Sukaesih juga sempat dibuat konflik yang
direkayasa. Kemudian produser membuat event besar di Taman Mini
Indonesia Indah (TMII) yang menyatukan Rhoma dan Elvie. Yang jelas ini
adalah pasar. Dan benar saja, ketika itu penonton membludak di TMII
untuk menyaksikan moment yang ditunggu-tunggu,” kata Harry.
Contoh
lain, lanjut Harry, adalah membenturkan Inul Daratista dengan umat
Islam, termasuk dengan H. Rhoma Irama, yang memprotes goyang ngebornya.
Ingat! Dibalik konflik itu ada pemodal. Nama Inul sejak itu menanjak,
karena menjadi trend topic di masyarakat.
Di luar negeri pun diciptakan konflik antara grup band The Beatles dengan The Rolling Stones. Soal
sensasi, Rolling Stone lebih unggul dari The Beatles. “Ketika anggota
band Rolling Stone ngeganja, lebih jorok, ternyata itu membuatnya lebih
ngetop.
Yang
pasti, gaya hidup liberalisme membuat generasi muda muslim menjadi jauh
dari syariat. “Kalaupun ada artis yang masih shalat atau umrah, tapi
tetap pacaran. Cape deh..!”
Jika
Lady Gaga diprotes karena alasan mempertontonkan pornografi pada setiap
penampilannya, maka pedangdut Trio Macan pun tak kalah ekstrimnya
dengan Gaga yang juga mempertontonkan goyang erotisnya dan berpakaian
seronok.
Bagi
Harry, orang seperti Lady Gaga tak perlu diekspos, cukup dilarang saja.
Karena bila diekspos, akan membuat namanya semakin melambung. Semakin
controversial membuat artis itu semakin tinggi nilai jualnya.
“Pemberitaan media juga yang membesarkan nama Lady Gaga. Apalagi jika
media itu segologan dengannya,” kata Harry tersenyum.Desastian
Langganan:
Postingan (Atom)
