Pages

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang & persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Pemilu 2014 : Tak Ada Perubahan Mendasar, Cuma Ganti Orang


Photo: Pemilu 2014 : Tak Ada Perubahan Mendasar, Cuma Ganti Orang

Perubahan yang selalu dibicarakan adalah perubahan orang, siapa presidennya, siapa wakil rakyatnya. Padahal justru yang paling penting adalah sistem apa digunakan.

Jika demokrasi memiliki prinsip one man one vote, ada fenomena baru dalam demokrasi Indonesia yakni one envelope (amplop) one vote. Itulah yang dikemukakan oleh Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI Yahya Abdurrahman ketika membuka Halqah Islam dan Peradaban di Jakarta, Sabtu (26/4) bertajuk Prospek Masa Depan Umat Islam Pasca Pemilu 2014.

Menurut Yahya, melihat hasil pemilu legislatif, pemilu tahun 2014 tidak banyak menunjukkan perubahan yang berarti. Memang terjadi perubahan orang dengan muka baru sebesar 50 persen. Tapi, dari muka-muka baru itu banyak muka-muka nekat. “Kenapa dikatakan muka nekat, karena sangat jor-joran untuk menang dalam pemilu,” katanya.

Fenomena serangan fajar terbukti nyata. Kalau seperti ini, ujar Yahya, modal politik DPR makin besar dan membuat elite politik menjadi buruk dan terbelenggu oleh uang. Hasil pemilu legislatif menujukkan bagaimana kekuatan uang menuntukan, bukan kekuatan ide, gagasan dan ideologi.

“Apakah pemilu dengan hasil seperti ini akan membawa perubahan untuk kehidupan masyarakat?” ungkap Yahya.

Pimpinan redaksi Tabloid Media Umat, Farid Wadjdi dalam kesempatan yang sama mengatakan sistem demokrasi memang diformat bukan untuk melakukan perubahan sistem tapi hanya untuk mengganti rezima atau orang. Kalaupun ada perubahan kebijakan sifatnya parsial bukan untuk perubahan mendasar.

Menurutnya,  sebagian besar yang terpilih karena kekuatan modal dan popularitas, ditambah tidak adanya suara partai yang dominan yang mengharuskan mereka berkoalisi. Sementara koalisi tak jarang terjebak politik dagang sapi, yang hanya untuk kepentingan elit politik, bukan rakyat.

“Bagaimana kita bisa berharap orang-orang terpilih ini akan membawa perubahan yang signifikan. Bahkan bisa jadi anggota legislatif tahun ini bisa lebih parah dari periode lalu,” tuturnya.

Farid menambahkan, anggota DPR tidak akan memiliki kinerja baik untuk rakyat selama sistemnya demokrasi, karena kebijakan keluar akan dipengaruhi oleh pemilik modal. Sementara itu keinginan pemilik modal kerap kali bersebrangan dengan kepentingan masyarakat. “Tidak ada kinerja baik kalau sistemnya demokrasi,” ujarnya.

Pembicara yang lain, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menjelaskan problem utama dalam politik politik Islam adalah apa cita-cita kongkrit dari politik Islam sulit diidentifikasi. “Apa yang sebenarnya menjadi  cita-cita partai politik Islam  dari PKS, PKB dan PPP, sulit dijelaskan,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib mengatakan ketika membahas perubahan selalu dibicarakan adalah perubahan orang, siapa presidennya, siapa wakil rakyatnya. Padahal justru yang paling penting adalah sistem apa digunakan orang tersebut jika berkuasa. Perubahan itu terbentuk dari sistem dan penerapan hukum yang orang gunakan.

“Jika sistemnya sejak awal bermasalah maka seluruhnya akan bermasalah,” tuturnya

Perubahan terjadi jika kaum itu menginginkan perubahan, jika tidak,  maka perubahan itu pun tidak akan terjadi. Karena itu penting bagi umat untuk memiliki kesadaran untuk melakukan perubahan. Itulah yang dilakukan Hizbut Tahrir, mengajak umat melakukan perubahan paling mendasar yakni perubahan sistem dengan Islam.

“Kita harus mengarahkan umat pada perubahan Islam, jika tidak maka perubahan yang terjadi semakin buruk dan lebih buruk,” paparnya.

Walau tidak bisa menghadiri forum HIP, pengamat politik dari UI Boni Hargens menyatakan partai Islam harus bersatu. Kenapa? Sebab politik kita sedang mengalami krisis moral. “Saya setuju perlu ada orang-orang bermoral dan saya yang pertama kali mengusulkan Pan-Islamisme,” ujarnya dalam sambungan telpon.

Lalu, Boni menambahkan jika partai Islam bersatu, partai sekuler akan diuji apakah benar-benar mereka demokratis dan nasionalis seperti mereka kampanyekan.

“Kita harus uji benarkah partai-partai sekuler itu demokratis dengan membiarkan partai Islam berkuasa kalau partai Islam menang pemilu,” lanjutnya.

“Jangan-jangan justru mereka yang sekuler tidak siap berdemokrasi,” pungkasnya.[] 

http://hizbut-tahrir.or.id/2014/04/29/tak-ada-perubahan-cuma-ganti-orang/

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudara/i ingin mengkaji Islam dan berdakwah bersama HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan mengisi form yang kami sediakan di http://hizbut-tahrir.or.id/gabung/

Insya Allah, syabab Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi anda.
==============================
Website : www.hizbut-tahrir.or.id
Youtube : http://www.youtube.com/htiinfokom
Facebook : https://www.facebook.com/Htiinfokom
Twitter : https://twitter.com/hizbuttahrirID
===============================

Pemilu 2014 : Tak Ada Perubahan Mendasar, Cuma Ganti Orang

Perubahan yang selalu dibicarakan adalah perubahan orang, siapa presidennya, siapa wakil rakyatnya. Padahal justru yang paling penting adalah sistem apa digunakan.

Jika demokrasi memiliki prinsip one man one vote, ada fenomena baru dalam demokrasi Indonesia yakni one envelope (amplop) one vote. Itulah yang dikemukakan oleh Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI Yahya Abdurrahman ketika membuka Halqah Islam dan Peradaban di Jakarta, Sabtu (26/4) bertajuk Prospek Masa Depan Umat Islam Pasca Pemilu 2014.

Menurut Yahya, melihat hasil pemilu legislatif, pemilu tahun 2014 tidak banyak menunjukkan perubahan yang berarti. Memang terjadi perubahan orang dengan muka baru sebesar 50 persen. Tapi, dari muka-muka baru itu banyak muka-muka nekat. “Kenapa dikatakan muka nekat, karena sangat jor-joran untuk menang dalam pemilu,” katanya.

Fenomena serangan fajar terbukti nyata. Kalau seperti ini, ujar Yahya, modal politik DPR makin besar dan membuat elite politik menjadi buruk dan terbelenggu oleh uang. Hasil pemilu legislatif menujukkan bagaimana kekuatan uang menuntukan, bukan kekuatan ide, gagasan dan ideologi.

“Apakah pemilu dengan hasil seperti ini akan membawa perubahan untuk kehidupan masyarakat?” ungkap Yahya.

Pimpinan redaksi Tabloid Media Umat, Farid Wadjdi dalam kesempatan yang sama mengatakan sistem demokrasi memang diformat bukan untuk melakukan perubahan sistem tapi hanya untuk mengganti rezima atau orang. Kalaupun ada perubahan kebijakan sifatnya parsial bukan untuk perubahan mendasar.

Menurutnya, sebagian besar yang terpilih karena kekuatan modal dan popularitas, ditambah tidak adanya suara partai yang dominan yang mengharuskan mereka berkoalisi. Sementara koalisi tak jarang terjebak politik dagang sapi, yang hanya untuk kepentingan elit politik, bukan rakyat.

“Bagaimana kita bisa berharap orang-orang terpilih ini akan membawa perubahan yang signifikan. Bahkan bisa jadi anggota legislatif tahun ini bisa lebih parah dari periode lalu,” tuturnya.

Farid menambahkan, anggota DPR tidak akan memiliki kinerja baik untuk rakyat selama sistemnya demokrasi, karena kebijakan keluar akan dipengaruhi oleh pemilik modal. Sementara itu keinginan pemilik modal kerap kali bersebrangan dengan kepentingan masyarakat. “Tidak ada kinerja baik kalau sistemnya demokrasi,” ujarnya.

Pembicara yang lain, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menjelaskan problem utama dalam politik politik Islam adalah apa cita-cita kongkrit dari politik Islam sulit diidentifikasi. “Apa yang sebenarnya menjadi cita-cita partai politik Islam dari PKS, PKB dan PPP, sulit dijelaskan,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib mengatakan ketika membahas perubahan selalu dibicarakan adalah perubahan orang, siapa presidennya, siapa wakil rakyatnya. Padahal justru yang paling penting adalah sistem apa digunakan orang tersebut jika berkuasa. Perubahan itu terbentuk dari sistem dan penerapan hukum yang orang gunakan.

“Jika sistemnya sejak awal bermasalah maka seluruhnya akan bermasalah,” tuturnya

Perubahan terjadi jika kaum itu menginginkan perubahan, jika tidak, maka perubahan itu pun tidak akan terjadi. Karena itu penting bagi umat untuk memiliki kesadaran untuk melakukan perubahan. Itulah yang dilakukan Hizbut Tahrir, mengajak umat melakukan perubahan paling mendasar yakni perubahan sistem dengan Islam.

“Kita harus mengarahkan umat pada perubahan Islam, jika tidak maka perubahan yang terjadi semakin buruk dan lebih buruk,” paparnya.

Walau tidak bisa menghadiri forum HIP, pengamat politik dari UI Boni Hargens menyatakan partai Islam harus bersatu. Kenapa? Sebab politik kita sedang mengalami krisis moral. “Saya setuju perlu ada orang-orang bermoral dan saya yang pertama kali mengusulkan Pan-Islamisme,” ujarnya dalam sambungan telpon.

Lalu, Boni menambahkan jika partai Islam bersatu, partai sekuler akan diuji apakah benar-benar mereka demokratis dan nasionalis seperti mereka kampanyekan.

“Kita harus uji benarkah partai-partai sekuler itu demokratis dengan membiarkan partai Islam berkuasa kalau partai Islam menang pemilu,” lanjutnya.

“Jangan-jangan justru mereka yang sekuler tidak siap berdemokrasi,” pungkasnya.[]

[www.globalmuslim.web.id]

Jumat, 31 Mei 2013

Indonesia Terjajah, Kapal Perubahan Digerakkan

HTI Press. Indonesia negeri Muslim yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertoraharjo ternyata masih dalam ancaman penjajahan yang luar biasa. Negara-negara kapitalis asing berebut “makanan” di negeri Zamrud Khatulistiwa dengan mengeruk segala macam sumber daya alam yang melimpah.
Anehnya, kehadiran para penjajah asing itu tidak disadari sepenuhnya oleh sebagian umat Islam, sehingga lambat laut potensi besar umat ini telah berhasil “diduduki” para kapitalis asing.
Demikianlah gambaran global aksi teatrikal Kapal Layar Khilafah, Ahad (26/5) di Stadion 10 Nopember, Surabaya.

MK JATIM 2013: "Al-ummah Turid Khilafah Islamiyah"


971857_374025342707982_417653762_n.jpg (960×720)

Malam menjelang pelaksanaan Muktamar Khilafah di Gelora 10 November Surabaya panitia memberi tahu bahwa tiket sudah sold out, dan dengan sangat terpaksa pemesanan tiket ditutup beberapa hari sebelum acara. Bukan karena tidak ada yang berminat membeli, tapi panitia kuatir tidak mampu melayani peserta dengan baik, karena keterbatasan daya tampung stadion. 

Keesokan paginya (Ahad, 26/5), saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Gelora 10 November benar-benar penuh sesak dengan kaum muslimin dari berbagai daerah di Jawa Timur, dan ada juga beberapa orang sengaja datang dari luar Jawa. Pengorbanan mereka sungguh besar. Masuk ke stadion ini harus membeli tiket yang dananya memang diperlukan panitia untuk penyelengaraan kegiatam. Datang ke Surabaya juga dengan biaya sendiri, ada yang naik motor, nyewa angkot, nyarter mobil atau bis, dan tak sedikit yang naik pesawat. 

Sabtu, 02 Maret 2013

Felix Siauw : Demokrasi Bukan Cara Islam


10 Muharam 1434 H, disubuh yang dingin, di Masjid Darussalam Kota Wisata, jamaah Masjid dihidangkan tausiah oleh seorang Dai keturunan tionghoa Felix Siauw, menguraikan kenapa dan bagaimana caranya umat Islam ini bangkit.
Mengawali tausiahnya , beliau katakana segala sesuatu ada pusatnya, manusia ada pusatnya yang disebut pusar, begitupun dunia inipun ada pusatnya, dunia ini bila ditinjau dari  sisi geografis dan dan konflik dunia hingga kini , terlihat jelas dunia ini berpusat di timur tengah, disanapun  banyak para nabi lahir , berjuang disana dan wafatpun  di sana , sebutlah sejumlah nabi dan termasuk Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad…lahir disana…

REVOLUSI SYAM: SATU UMAT, SATU BENDERA, SATU PEPERANGAN

 47053_497785266934641_1806396496_n.jpg (960×382)
Oleh: Hafidz Abdurrahman
“Ma lana ghairaka ya Allah” (Kami tidak mempunyai siapa-siapa ya Allah,
kecuali Engkau) – Jeritan Umat Islam Suriah
Reaksi Setelah 43 Tahun Ditindas
Kaum Muslim di Suriah sudah lama hidup dalam penindasan dan penderitaan di bawah rezim Kufur Assad, pengikut Syiah Nushairiyyah (Alawiyyah) yang menjadikan Sayyidina ‘Ali sebagai tuhan mereka. Sekte sesat ini telah menghalalkan zina dan kehormatan wanita, serta darah kaum Muslim. Lebih dari 43 tahun, sejak Hafidz Assad berkuasa di sana tahun 1970, hingga tahun 2011 yang lalu umat Islam di sana tidak bisa menjalankan Islam dengan leluasa. Sebagaimana kaum Muslim yang hidup di Asia Tengah, saat masih berada di bawah cengkraman Uni Soviet yang Komunis. Iya, itu karena Assad adalah juga pemimpin Partai Ba’ats, yang berhaluan Sosialis. Ini belum lagi jumlah korban kebiadaban rezim Kufur ini. Mulai dari ulama’, tokoh politik, aktivis hingga kaum perempuan, orang tua dan anak-anak yang sudah tidak terhitung jumlahnya.

Sabtu, 19 Januari 2013

Pangkal Musibah Dunia Islam dan Gelombang baru Khilafah

 Khilafah+menjaga+Kemuliaan+Ummat.jpg (1600×1027)
Tahun 2012 telah berlalu, umat Islam memasuki tahun 2013. Meskipun penuh dengan gejolak selama 2012, namun yang pasti umat Islam masih tetap didera berbagai persoalan dalam berbagai aspek.
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir , alhamdulillah,  berhasil memberikan jawaban yang shohih mengapa tragedi demi tragedi masih terjadi pada umat Islam. Dalam kitab Nida‘ Har Syaikh Taqiyuddin menjelaskan,  “Sesungguhnya umat Islam telah mengalami tragedi karena dua musibah. Pertama: penguasa mereka menjadi antek-antek kafir penjajah. Kedua: di tengah mereka diterapkan hukum yang tidak diturunkan oleh Allah, yaitu diterapkan sistem kufur.
Memang  inilah pangkal musibah dunia Islam. Pertama, keberadaan penguasa yang menjadi antek-antek kafir penjajah. Pasca runtuhnya Khilafah, sebagian besar dunia Islam mengalami penjajahan kolonial secara langsung. Negara-negara penjajah mengirim pasukannya secara langsung.

Minggu, 13 Januari 2013

Selangkah Lagi, Suriah Menjadi Negara Islam


 https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/71566_10151231152452945_257619445_n.jpg

Surat kabar Amerika “The Washington Times” pada hari Jum’at (04/01/2013) mempublikasikan sebuah artikel oleh seorang analis politik dan strategi Amerika, Fred Gedrich. Ia mantan karyawan dari Departemen Pertahanan AS. Dalam artikelnya, ia memperingatkan bahaya yang mengancam kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah, berjudul: “Syria on track to become Islamic state, Suriah dalam perjalanannya menjadi negara Islam”, dan disertai gambar dengan backgrounds foto Basyar Assad yang ditutupi oleh kata (Khilafah) dalam bahasa Inggris. Dengan ini menunjukkan bahwa bahaya yang dimaksud oleh Gedrich dalam artikelnya tersebut adalah negara Islam (Khilafah).
Hal penting dalam kajian sang ahli strategi tersebut adalah klaim bahwa konflik yang berlangsung di Suriah telah menjadi konflik sektarian dan aliran keagamaan. Ia berusaha melontarkan bukti-bukti atas konsepnya untuk meyakinkan pembaca terhadap pandangannya, yang dapat disamakan dengan pandangan resmi pemerintah AS, dan instrumen-instrumen internasionalnya.

Setelah kekuasaan Assad tumbang, Mujahidin akan terapkan syariah Islam di Suriah


Berkerumun di sekitar gedung yang terbakar setelah dibombardir oleh rezim Assad di Aleppo, Mujahidin asing (dari luar negara-red) yang berjuang bersama dengan Mujahidin setempat mengatakan mereka berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Suriah.

Di antara rekan-rekan revolusioner dan warga sipil, para pejuang asing ini dihormati karena kedisiplinan mereka dan jika Assad jatuh, mereka mungkin akan menyelesaikan perjuangan untuk kekhilafahan Islam.
Seorang Mujahid asal Turki di distrik Karm al-Jabal, Aleppo menyatakan tekad untuk mencapai terbentuknya sebuah negara di bawah hukum Islam di mana negara-negara Barat sangat mengkhawatirkan hal ini.

Jumat, 28 Desember 2012

Biadab, Kedok Amerika Dibalik Tragedi Tsunami Aceh Terbongkar


Mungkin ini berita lama tapi saya tertarik untuk mengulasnya lagi mengingat banyaknya kerusuhan yang melanda negera2 islam di dunia. Misteri rahasia tsunami di Aceh.

Dulu Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), DR Eggi Sudjana SH Msi mensinyalir, bahwa bencana yang menimpa NAD dan sekitarnya bukanlah gempa dan gelombang tsunami yang sesungguhnya. Akan tetapi sebuah gelombang bom termonuklir yang sengaja diledakkan di bawah laut.

Selasa, 25 Desember 2012

Sudah Halalkah Produk Perawatan Kulit Kita?


Sudah Halalkah Produk Perawatan Kulit Kita?
  Berdandan adalah hal yang wajar dilakukan oleh wanita, hampir semua wanita tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan berdandan atau merias diri. Merias diri kerap sekali berhubungan dengan kosmetik, seiring perkembangan ilmu kesehatan dan teknologi, produk-produk kosmetik bagi wanita tidak hanya ditujukan untuk merias diri tetapi juga untuk merawat kesehatan kulit. Bahkan kini, produk kosmetik tidak hanya ditujukan bagi kaum hawa, perusahaan kosmetik sengaja mengeluarkan produk perawatan kulit (kosmetik)

Senin, 24 Desember 2012

Inilah anak-anak remaja Suriah yang tinggalkan "dunia" mereka untuk berjihad di jalan Allah


Samir Qutaini, anak remaja Suriah yang pernah bercita-cita menjadi pesepakbola internasional tak melanjutkan lagi sekolahnya dan lebih memilih menjadi pedagang di toko ponsel milik ayahnya, demi jihad.
Kisah Samir tidak seperti ribuan para remaja 17 tahun lainnya yang sebagian besar hidup bersenang-senang atau belum memiliki tujuan hidup. Samir di Suriah ini, ia berdagang ponsel demi membeli sebuah AK-47 untuk menjadi mujahid di jalan

Khilafah Kunci Kemuliaan Perempuan


Muslimah+Sholihah..jpg (640×480)Sistem pemerintahan yang diberlakukan sekarang –yakni Kapitalis Sekuler– telah nyata gagal memberikan kesejahteraan. Seorang perempuan yang sejatinya adalah seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, dalam sistem kapitalis telah berubah menjadi mesin ekonomi. Dalam sistem kapitalis, perempuan bekerja bukan karena mengakomodir jargon kesetaraan gender, namun alasan utama pemanfaatan jasa mereka lebih pada hitung-hitungan ekonomi. Pudjiwati Sayogjo (1989), pakar Sosiologi Pedesaan IPB, menyatakan bahwa memperkerjakan perempuan lebih menguntungkan. Selain teliti, tekun dan sifat-sifat lain yang umumnya menjadi ciri khasnya, tenaga kerja perempuan dipandang lebih penurut dan murah sehingga secara

Bagaimanakah Israel Berdiri?

Israel sudah berdiri di Palestina selama kurang lebih 60 tahun. Jumlah yang sangat lama. Mereka menjajah Palestina dan hanya menyisakan Gaza saja yang belum futuh mereka taklukan. Di Gaza, ada sebuah tembok besar yang tak pernah berhasil diruntuhkan oleh Israel: Hamas.
Bagaimanakah Israel berdiri?
Gerakan antisemit di seluruh dunia melahirkan reaksi balik berupa gerakan Zionisme sedunia, yang digagas oleh Dr. Theodore Herzl (1896), seorang Yahudi Hongaria di Paris. Menurut Herzl, satu-satunya obat mujarab untuk menanggulangi antisemitisme adalah adalah dengan

Khawatir Senjata Kimia Jatuh ke Militan Islam

Barat dan Israel Siapkan Invasi Militer Karena

Menurut laporan Media bahwasanya Pasukan khusus Barat bersiap masuki Wilayah perbatasan Suriah-Yordania untuk intervensi militer pasca lemahnya rezim presiden Bashar Assad.
Majalah Jerman “FOKUS” pada hari senin mengatakan  berdasarkan laporan dari petugas NATO bahwa Misi Pasukan Khusus yang terdiri dari tentara AS dan Perancis tersebut adalah untuk mengamankan senjata Kimia Suriah dari penjarahan dan mencegahnya jatuhnya ke tangan militan Islam.
Majalah itu juga menyebut bahwa tentara Amerika dari “Delta Force” dan “Ranger” yang terlatih bertempur di padang pasir itu juga akan ikut mengamankan senjata Kimia di Suriah.
Dan menurut sumber-sumber Militer di Yerussalem bahwa Israel telah mengirim tentaranya ke suriah sejak lama.
Israel dan negara-negara barat menyatakan dalam beberapa pekan terahir bahwa mereka khawatir akan kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam  perang sipil yang sedang berlangsung di Suriah sama halnya dengan ketakutan mereka akan kemungkinan senjata-senjata tersebut jatuh ke tangan militann Islam yang tentuny a hal itu merupakan ancaman bagi Israel. (hr/www.globalmuslim.web.id)

Minggu, 23 Desember 2012

Ayat Ayat Allah (Ayaturrahman) ditunjukkan di Bumi Gaza! 180 orang Syahid,1197 Generasi Baru Palestina Lahir!

syahidah.web.id - Inilah barangkali yang disebut ayaturrahman (ayat-ayat Allah Subhanahu Wata’ala) ditunjukkan di bumi ribath, Jalur Gaza dan Palestina. Sumber terbau catatan sipil Palestina dikutip Pusat Informasi Palsetina (PIC) menyebutkan, kondisi terakhir di Gaza menunjukan terjadi peningkatan tingkat kelahiran baru selama agresi Zionis pada bulan kemarin mencapai 1197 kelahiran bayi.

Kementerian Dalam Negeri dikutip PIC hari Selasa (11/12/2012), menyebutkan, bayi yang baru lahir jumlah selama bulan November kemarin di Jalur Gaza mencapai 4110 lahir, termasuk 2.082 bayi laki-laki dan 2028 bayi perempuan, sekitar 137 kelahiran per hari .

Badan catatan sipil Gaza mencatat terjadi 1384 kelahiran. Sementara di Khan Younis terjadi 887 kelahiran, di sementara di bagian utara tercatat sekitar 726 kelahiran dan di provinsi Tengah tercatat 582 kelahiran serta di Rafah tercatat 528 bayi baru lahir.

Saat terjadinya agresi Zionis terakhir yang berlangsung selama delapan hari, antara 14 -d 21 November-2012 mencapai.

Seperti diketahui, dalam perang Hijarah As Sijjil (Perang Batu Neraka) selama delapan hari kemarin, Zionis telah mengantar 180 orang syahid. 40 di antaranya adalah anak-anak. Disamping itu, sekitar 1390 orang luka-luka dengan berbagai kondisi. Namun rupanya Allah mengganti generasi baru dengan 1197 bayi lahir dengan 150 kelahiran per harinya.*[www.syahidah.web.id]

source : Hidayatullah.com

Jumat, 21 Desember 2012

SWORD OF DAMASCUS: Pedang Paling Tajam di Dunia

damascus_wootz_sword.jpg (600×181)
Saat Perang Salib, pasukan Eropa dikejutkan oleh pedang yg dimiliki oleh pasukan Arab dan Persia. 
Pedang mereka dengan mudah menembus baju zirah pasukan crusader, bahkan mampu membelah tameng.

Inilah Pedang Damaskus, terbuat dari baja yg diolah dengan teknik khusus sehingga bisa memiliki permukaan yg sangat kuat dan tajam.
Teknik pembuatan pedang ini begitu rahasia sehingga hanya beberapa keluarga pandai besi di Damascus saja yang menguasainya, ini juga sebabnya teknik pembuatan baja Damascus akhirnya punah.
Hingga kini teknologi metalurgi yang paling canggih pun belum mampu membuat pedang yang lebih tajam dari Pedang Damascus.

Pedang Damascus adalah pedang yg paling tajam di dunia, lebih tajam daripada Katana Jepang maupun Keris Indonesia.

Selain kuat, baja Damascus juga sangat lentur sehingga betul-betul sempurna untuk dijadikan pedang atau pisau.
Pedang ini mampu membelah sutera yang dijatuhkan ke atasnya, juga mampu membelah pedang lain atau batu tanpa mengalami kerusakan sama sekali.

Sebuah penelitian mikroskopik menemukan bahwa pedang ini ternyata memiliki semacam lapisan kaca dipermukaannya.

Bisa dikatakan para ilmuwan muslim di timur tengah telah mencapai teknologi nano sejak seribu tahun yg lalu. Beberapa ahli metalurgi modern mengaku berhasil membuat baja yg sangat mirip dengan baja Damascus , namun tetap belum berhasil meniru 100%.

Teknik pembuatan Pedang Damascus termasuk salah satu pengetahuan Islam yg terhilang.
Pedang, Tombak, dan Pisau Damascus yang tersisa kini tersebar di berbagai Museum di seluruh dunia.

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=XhJxyeLcq0c

[www.globalmuslim.web.id]

Negara Demokrasi, Kok Khawatir dengan Islamis!

Meskipun mengklaim sebagai negara demokratis yang siap menghadapi perbedaan pemikiran dan mengutamakan dialog, penasehat kementerian keamanan Kanada meminta agar negara itu mengawasi masuknya kedatangan “ Islamis”.  Hal ini menunjukkan kekalahan intelektual pemikiran Barat terhadap Islam.
Seperti yang dilansir oleh situs www.torontosun.com (19/12), seorang ahli keamanan mengatakan bahwa Kanada harus melakukan skrining bagi para islamis yang mendarat di negara itu dan mempertimbangkan keyakinan agama dari beberapa calon imigran.
Scott Newark, pejabat  eksekutif Asosiasi Polisi Kanada dan penasihat kebijakan bagi Kementrian Keamanan Publik Federal, mengatakan Kanada harus peduli tentang imigran “Islamis”.
Menurutnya “Kami harus berpikir keras tentang apa yang saya sebut sebagai ‘Islamisme’,  yakni Islam politik yang sama sekali tidak berkaitan dengan integrasi, yang tidak toleran dan benar-benar berkomitmen untuk memberangus nilai-nilai Barat,” katanya dalam sebuah wawancara.
Newark, yang sepaham dengan Menteri Imigrasi Jason Kenney, telah membuat perubahan yang signifikan terhadap sistem imigrasi untuk mencegah lebih banyak masuknya orang-orang yang tidak diinginkan.
Julukan Islamis biasa digunakan oleh Barat untuk umat Islam yang setuju dengan perjuangan penegakan syariah Islam  dan negara Islam. Dan secara politik menentang penjajahan negara imperialis Barat di dunia Islam seperti Irak, Afghanistan. Islamis juga mereka yang menentang penjajahan zionis Israel di Palestina dan mengecam ideologi kapitalisme yang busuk.[rz/htipress/syabab/www.globalmuslim.web.id]

Antara Anak-anak Syam dan Anak-anak Amerika


Sejak lebih dari 21 bulan Basyar al-Assad dan rezimnya melakukan pembantaian sistematis terhadap rakyatnya yang tak bersenjata, khususnya anak-anak. Mereka yang selamat dari pembantaian mendengar seorang tentara bertanya pada komandannya, “Bagaimana dengan anak-anak, Pak?”. Komandannya menjawab: “Sebelum anak-anak itu dewasa, maka membunuhnya adalah yang paling penting.

Bahkan salah seorang yang membelot dari intelijen Angkatan Udara mengakui bahwa pendidikan tentara di Dara’a, secara khusus mengenai penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap anak-anak tanpa mempertimbangkan usia mereka, hingga balita sekalipun.
Para mata-mata kelompok revolusi mendapatkan gambar bayi yang telah dibantai dalam pelukan ibunya oleh para penembak jitu (sniper). Jumlah korban anak-anak dari kelompok revolusi Syam sampai tanggal 14/12/2012 mencapai 3.823, sungguh ini merupakan jumlah yang luar biasa mengkhawatirkan!Bahkan jumlah sebenarnya jauh lebih dari itu, di mana jumlah ini hanyalah angka-angka yang didokumentasikan saja.
Kemarin, seorang pemuda Amerika menembaki sebuah sekolah dan menewaskan 27 anak. Dengan insiden ini, seluruh Amerika menangis. Maka, melalui presidennya, “budak” Barack Obama mengungkapkan kesedihannya yang amat sangat atas kesucian anak-anak yang dibantai, dan terhadap orang tua mereka yang tidak bisa lagi memeluknya setelah hari ini. Ia pun meneteskan air matanya di depan banyak orang saat menyampaikan pidatonya.
Jika kita berbicara tentang anak-anak, maka kita berbicara tentang kesucian, lepas dari kewarganegaraan, negeri dan tanah airnya. Namun mengapa Obama menangisi anak-anak di suatu tempat, dan sebaliknya ia membantai anak-anak di tempat lain?
Bukan hanya anak-anak Amerika, satu-satunya yang memiliki ibu dan ayah, dan yang akan merasakan kehilangan dengan meninggalnya. Namun juga anak-anak Syam, baik di Palestina atau di Suriah, mereka juga memiliki ayah dan ibu yang sangat ingin untuk memeluk anak-anaknya, bahkan mereka lebih mencintai anak-anaknya daripada orang Amerika.
Di Amerika anak-anak meninggalkan orang tuanya segera setelah ia dewasa secara hukum, bahkan memutus hubungan dengan orang tuanya, dan kadang-kadang membunuhnya untuk mendapatkan harta warisannya, atau ingin lepas darinya. Sementara anak-anak kaum Muslim tetap bersama dengan orang tuanya selama mereka hidup, menemaninya dengan sangat baik, dan membantunya ketika kedua orang tuanya telah berusia lanjut. Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang  mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil’.” (TQS. Al-Isra’ [17] : 23-24).
Tidak lagi ada keraguan di mata seorang Muslim yang sadar bahwa Amerika Serikat adalah yang datang, dan terbukti, serta mendukung Assad. Amerika Serikat bukan hanya penyebab bertahannya Assad, namun juga Amerika Serikat yang mengendalikan “pertempuran” antara rezim dan rakyat yang menginginkan revolusi. Dalam pernyataan dan sikapnya, Amerika Serikat sangat condong pada serangan dan pembantaian yang dilakukan setiap hari. Bahkan media Amerika melakukan pengkaburan—karena dorongan kebencian—apa yang terjadi di Suriah, sama seperti di Palestina.
Adapun anak-anak, dan apa yang terjadi pada mereka, maka tidak ada dalam kamus kebijakan Amerika dan presidennya, tempat untuk belas kasih padanya, begitulah yang mereka katakan. Bahkan undang-undang mereka tidak melindungi orang-orang bodoh, seperti yang mereka tegaskan, bahwa orang-orang bodoh adalah orang-orang biasa yang tidak belajar di fakultas hukum untuk memahami undang-undang (hukum) positif yang penuh kebencian, yang didasarkan pada ketidakadilan. Kesedihan atau tangisan Obama pada beberapa anak, sementara di sisi lain ia membunuh ribuan anak di Syam. Semua ini tidak lain hanyalah sikap politik yang didiktekan oleh jabatannya. Ini sama seperti ketika ia meletakkan tangannya yang penuh dosa di hatinya yang hitam saat mendengarkan lagu kebangsaan Amerika Serikat, dimana gerakan idiot ini tidak lain hanyalah bertujuan untuk menipu orang-orang awam saja.
Lalu, mengapa kaum Muslim saat ini belum memiliki pemahaman lebih dari sebelumnya, bahwa harus ada negara yang kuat, yang dibentuk untuk menghadapi kebodohan politik yang diwakili Amerika Serikat dan presidennya?Dan tidak ada yang bisa mewujudkan itu kecuali Negara Khilafah Islam yang akan datang dan tegak di Syam dalam waktu dekat, insya Allah [Hisyam al-Baba, Kepala Medi Informasi Hizbut Tahrir di Suriah][www.globalmuslim.web.id]

AS kirim tim Xe (Blackwater) ke Suriah untuk membunuh para pemimpin Mujahidin


DAMASKUS Kavkaz Center melaporkan mengutip sumber-sumber di Suriah, pihak oposisi anti-Assad, mereka mengatakan bahwa AS telah mengerahkan tim Xe (dulu Blackwater-red) di utara dan timur Suriah termasuk di pinggiran selatan Damaskus, mencoba untuk membunuh para pemimpin Mujahidin Jabhah an-Nushrah dan mereka yang bekerja sama dengan kelompok an-Nushrah.

Beberapa sumber mengklaim bahwa 3 kelompok-masing-masing 4 orang-dikirim ke Suriah melalui perbatasan Turki.
Dua dari mereka ditempatkan di pinggiran kota Aleppo, dan yang ketiga di Deir Az-Zour.  Mereka diperintahkan oleh jenderal Amerika.
Anggota kelompok tersebut adalah tentara bayaran dari Irak dan Yordania yang dengan mudah berkomunikasi dengan penduduk setempat.
Sumber mengklaim sebelumnya mereka tentara bayaran yang bertindak di Irak dan Afghanistan.  Mereka aktif ikut serta dalam pembunuhan para komandan Mujahidin di lapangan.  Beberapa dari mereka yang dikerahkan di Suriah berasal dari kelompok "anti-terorisme" Yordania, CTB-71.
Mereka bersenjatan senapan otomatis, senapan mesin berat, pistol khusus berperedam suara dan senapan sniper
Sumber menyatakan, Washington tidak akan menyatakan secara terbuka bahwa mereka menggunakan Xe karena takut akan reaksi publik.  (haninmazaya/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)

Kamis, 06 Desember 2012

Pasukan Pembebasan Gunakan Rudal Jarahan Untuk Menembak Pesawat Assad


Pasukan pembebasan Suriah diyakini telah menggunakan rudal permukaan-ke-udara untuk menjatuhkan dua pesawat pemerintah dalam waktu kurang dari 24 jam – pertama kalinya senjata tersebut digunakan dalam pemberontakan yang telah berlangsung selama 20 bulan.

Sebagaimana yang dilansir TheGuardian (28/11), penembakan pesawat dianggap sebagai kemajuan taktis yang signifikan di Suriah utara. Sebuah pesawat tempur jatuh pada Rabu (28/11) di dekat Darat Azzah di luer Aleppo setelah ditembak dan pilotnya ditangkap. Selasa malam, sebuah helikopter rezim juga ditembak jatuh. Beberapa video yang diunggah ke internet jelas menunjukkan pesawat tersebut ditembak oleh rudal sebelum jatuh ke tanah.
Pihak perlawanan mengklaim telah merebut rudal-rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat-pesawat rezim Assad selama penyerangan terhadap basis rezim di utara selama seminggu terakhir. Setidaknya dua serangan telah menghasilkan persenjataan dan amunisi yang besar.
Rabu malam, seorang mujahidin Suriah berpose dengan peluncur rudal buatan Rusia yang bisa pencari panas. Dia mengatakan rudal yang telah digunakan itu adalah bagian dari tumpukan senjata yang dicuri dalam serangan di pangkalan militer terdekat.
Serangan pasukan perlawanan telah meningkat secara dramatis selama dua minggu terakhir. Setidaknya empat basis militer yang besar dilaporkan telah jatuh: satu di timur, dua di utara dan satu pangkalan militer udara utama dekat Damaskus. Enam pos lain juga diyakini telah jatuh dan membentuk fase penting dari perang itu.
Penyerangan pada basis militer dan penggunaan rudal-rudal pencari panas telah menjadi momen penting di Suriah utara. Di garis terdapat kelompok-kelompok jihad seperti Jabhat al-Nusra. Bersatunya kekuatan kelompok-kelompok jihad, serta senjata yang lebih ampuh yang ada sekarang, mungkin akan menimbulkan tantangan baru terhadap rezim Assad, saat mencoba untuk menguasai dua kota terkemuka di Suriah itu.
Pasukan rezim bengis Assad telah melancarkan operasi luas di wilayah pihak oposisi sekitar Damaskus dalam beberapa pekan terakhir, dengan berusaha mengkonsolidasikan kontrol mereka terhadap ibukota. Pertempuran di Aleppo telah menjadi serangkaian bentrokan yang stagnan di sepanjang garis depan.(RZ/www.globalmuslim.web.id)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...