Yusha Evans merupakan seorang misionaris muda yang lahir di South Carolina,Amerika Serikat . Dia dibesarkan oleh kakek (IndianAmerika ) dan nenek (Irlandia )
nya yang sangat konservatif dan selalu mengajarkannya berdoa sebelum
makan, sebelum tidur, tidak boleh menyalakan musik keras-keras, tidak
membawa perempuan ke rumah. ‘’Itu yang saya pelajari di sekolah Minggu,’’ ujar Yusha. Masa kecilnya dihabiskan bersama nenek dan kakeknya.Menginjak
usia 14 tahun, neneknya mengajak Yusha ke sebuah pelayanan Sabtu
Pages
Tampilkan postingan dengan label Mualaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mualaf. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Desember 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Mualaf: Kim: Islam Mengisi Kekosongan Jiwanya
Sebut
saja namanya Kim. Ia dibesarkan dalam keluarga yang membenci agama,
terutama agama Katolik. Kim masih ingat cerita ibunya bahwa ketika
ibunya masih usia anak-anak, ada tradisi memberi penghormatan dengan
membungkukan badan jika ada seorang pendeta yang lewat. Tapi kedua
orangtua ibunya--kakek nenek Kim--tidak pernah mau melakukan itu jika
ada pendeta yang lewat di dekat mereka.
Selasa, 27 Desember 2011
Pemuka Gereja Ortodoks Rusia itu Akhirnya Memilih Menjadi Seorang Muslim
Polosin
adalah lulusan Universitas Moskow, Fakultas Filsafat, jurusan
sosiologi, tahun 1978. Ia kemudian belajar teologi di sebuah seminari di
Moskow. Setelah lulus dari seminari tahun 1983, Polosin ditunjuk
sebagai diaken (mengerjakan tugas-tugas pelayananan gereja), lalu
diangkat menjadi pater.
Polosin
bertugas menjadi pater di sejumlah paroki di kawasan Asia Tengah sampai
tahun 1985. Ia pernah menjadi kepala gereja di kota Dushanbe, tapi
kemudian dideportasi dari wilayah itu oleh otnrita pemerintahan Soviet
atas tuduhan membangkang pemerintahan komunis Soviet. Polosin lalu
bekerja sebagai penerjemah paruh waktu di departemen penerbitan Kantor
Keuskupan di Moskow.
Juni
1988, ketika penindasan terhadap agama oleh pemerintah Soviet mulai
reda, Polosin kembali menjadi pendeta di sebuah gereja baru yang nyaris
roboh di kota Obninsk, wilayah Kaluzhsky, hingga ia dipromosikan menjadi
imam agung pada tahun 1990.
Perjalanan
karir Polosin sebagai pemuka agama semakin mulus. Pada bulan Maret
1990, Polosin terpilih sebagai deputi dan anggota Mahkamah Soviet
Federasi Rusia, mewakili wilayah Kaluzhsky. Di Mahkamah itu, Polosin
menjadi ketua bidang kebebasan beragama hingga tahun 1993. Semasa
jabatannya, Polosin berperan dalam pembuatan undang-undang "Kebebasan
Beragama".
Sejak
tahun 1990, Polosin ikut serta dalam pendirian gerakan Kristen
Demokratik di Rusia. Ia sendiri duduk sebagai salah satu pengurus di
gerakan tersebut sampai tahun 1993. Pada saat yang sama, Polosin
menyelesaikan studinya di Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri
Rusia dan mendapat gelar MA untuk bidang ilmu politik.
Aktif
berpolitik, Polosin sudah meninggalkan kegiatan gereja sejak tahun 1991
dengan alasan sulit baginya untuk membagi waktu antara aktivitasnya di
bidang politik dan agama. Setelah Mahkamah Soviet dibubarkan tahun 1993,
Polosin menolak tawaran untuk kembali berkegiatan di gereja sebagai
pendeta. Ia lebih memilih menjadi konsultan paruh waktu bagi Departemen
Hubungan Internal Gereja, menjadi penasehat untuk pemerintahan negara
bagian Duma yang tergabung dalam Komite Asosiasi Publik dan Organisasi
Keagamaan.
Tahun
1999, Polosin meraih gelar setara dengan PhD setelah berhasil
memperhankan thesisnya berjudul "Dialectics of a Myth and Political Myth
Creation". Setelah itu, Polosin banyak menulis artikel bertema
keagamaan dan isu-isu agama-politik.
Salah satu buku karyanya adalah "Myth. Religion. State" yang mengupas tentang pengaruh mitos penciptaan pada perkembangan politik di masyarakat, serta keuntungan-keuntungan ideologi monoteistik untuk membangun sebuah negara.
Salah satu buku karyanya adalah "Myth. Religion. State" yang mengupas tentang pengaruh mitos penciptaan pada perkembangan politik di masyarakat, serta keuntungan-keuntungan ideologi monoteistik untuk membangun sebuah negara.
Masih
di tahun 1999, Polosin membuat pengumuman yang mengejutkan bahwa ia dan
istrinya kembali ke monoteisme, kembali pada agama nenek moyangnya, dan
memeluk Islam. Ia menggunakan nama islami "Ali" di depan namanya.
Setelah
masuk Islam, Poloshn terpilih sebagai salah satu ketua "Refakh" sebuah
gerakan sosial dan politik komunitas Muslim di Rusia. Ia juga menjadi
pemimpin redaksi "Muslim Newspaper" yang diterbitkan pada tahun 1999.
Tahun
2003, Polosin terpilih sebagai presiden Persatuan Wartawan Muslim di
Rusia, serta menjadi penasehat di Dewan Mufti Rusia. (kw/DS)
Minggu, 15 Mei 2011
Saat Teman Seusianya "Bingung Identitas", Assefa Hunde Telah Temukan Islam
Hunde lahir di akhir 1980-an di Finlandia. Dia generasi kedua keluarga Ethiopia yang ditinggal di negeri itu. Akar agama keluarganya Kristen. "Identitas utama saya Muslim. Dalam hal lain, saya warga dunia, "berkelamin" internasional. Akar saya di Ethiopia, saya lahir di Finlandia, ya...saya warga global," katanya.
Hunde masuk Islam enam tahun. Hunde berusia 18 tahun ketika ia menerima Allah dalam hidupnya. "Saya menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman Muslim. Saya tertarik belajar, dan saya masuk Islam," ujarnya. Sederhana.
Namun makin menyelami Islam, Hunde makin jatuh hati. Apalagi ketika kemudian ia mengikuti tasawuf, yang berfokus pada pemurnian jiwa.
Ketika teman seusianya gamang tentang identitas diri, ia tidak. "Saya mantap memilih Islam. Dia tak sekadar agama, tapi jalan hidup."
Jika semuanya berjalan dengan baik, Hunde akan masuk universitas Islam suatu hari nanti. Kemana? Ia menyebut sebuah Universitas Islam terkenal di Jazirah Arab. "Banyak siswa dari Barat telah pergi ke sana. Ketika mereka telah kembali mereka telah melakukan banyak hal yang baik dalam komunitas mereka," katanya.
Setidaknya ada 45 ribu Muslim di Finlandia. Kebanyakan dari mereka adalah Sunni. Hanya ada beberapa ribu Syiah di Finlandia. Sebagian besar adalah imigran yang tiba pada awal 1990-an. Pertama yang datanglah adaSomalia, kemudian Irak, Kosova, dan Afghan. Namun minoritas Tatar telah menetap di Finlandia sudah di akhir abad 19.Sekarang banyak anak-anak Muslim yang berimigrasi ke Finlandia dalam beberapa dekade terakhir telah dewasa. Beberapa dari mereka telah menjadi sekuler dan terbaratkan, sementara banyak tadinya bukan Muslim, malah menjadi Muslim, seperti Hunde.
Ahli Farmakologi Thailand & Pakar Kelautanpun Masuk Islam Karena Jawaban Penelitian Mereka Hanya Terdapat Pada Al-Qur’an
Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yangmenjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi dari surat An-Nisa’ tersebut antara lain sebagai berkut;”Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana.”
Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasipersefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.
Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firman-Nya dan informasi sebagian kebesaran-Nya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.
Dari Bahtera Menuju Islam
Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al-Quran yang telah memberikan jawaban daripencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang Lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al-Quran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang.” (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Al-Quran mampumenjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca “Jurnal Keperawatan Unpad” edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Al-Quran yang menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS. As-Sajdah: 4, QS. al-A’raf: 53, QS. Yusuf: 3, QS. Hud: 7, tetapi karena keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya. Wallahu a’lam.
Langganan:
Postingan (Atom)