Pasar Bebas Alat Penjajahan Ekonomi
TASIKMALAYA, (HTI).-
Pasar bebas merupakan alat penjajahan ekonomi yang dilakukan negara-negara maju terhadap negara berkembang. Sebabnya, dengan pasar bebas, peran negara dalam penerapan tarif dan kuota terhadap lalu lintas barang, modal, maupun jasa otomatis akan berkurang bahkan hilang. Akibatnya, negara dengan kondisi industri yang lebih maju tentu akan memenangkan persaingan pasar. Sementara negara berkembang dan miskin hanya menjadi objek pemasaran dari industri negara yang lebih kuat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Islam Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Arim Nasim ketika memberikan materi dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah “Konsep Ekonomi Islam dalam Memasuki Era Perdagangan Bebas ASEAN 2015” di Universitas Negeri Siliwangi, Jln. Siliwangi, Tasikmalaya, Selasa (10/6/2014).
TASIKMALAYA, (HTI).-
Pasar bebas merupakan alat penjajahan ekonomi yang dilakukan negara-negara maju terhadap negara berkembang. Sebabnya, dengan pasar bebas, peran negara dalam penerapan tarif dan kuota terhadap lalu lintas barang, modal, maupun jasa otomatis akan berkurang bahkan hilang. Akibatnya, negara dengan kondisi industri yang lebih maju tentu akan memenangkan persaingan pasar. Sementara negara berkembang dan miskin hanya menjadi objek pemasaran dari industri negara yang lebih kuat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Islam Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Arim Nasim ketika memberikan materi dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah “Konsep Ekonomi Islam dalam Memasuki Era Perdagangan Bebas ASEAN 2015” di Universitas Negeri Siliwangi, Jln. Siliwangi, Tasikmalaya, Selasa (10/6/2014).



