Banyak peneliti yang telah kalah secara pemikiran dan kejiwaan di hadapan serangan pemikiran Barat. Banyak pula yang sudah terpengaruh dengan model sistem pemerintahan kontemporer, semisal sistem republik. Mereka ini begitu terpesona dan menganjurkan ide pembatasan masa jabatan kepala negara. Alasan mereka, pembatasan ini akan menyelamatkan masyarakat dari perbudakan dan kesewenang-wenangan para penguasa. Padahal ada-tidaknya perbudakan dan kesewenang-wenangan para penguasa itu bersumber dari sistem itu sendiri (Samarah, an-Nizhâm as-Siyâsi fi al-Islâm Nizhâm al-Khilâfah ar-Râsyidah, hlm. 68-69).
Pages
Rabu, 28 Agustus 2013
Masa Jabatan Khalifah
Banyak peneliti yang telah kalah secara pemikiran dan kejiwaan di hadapan serangan pemikiran Barat. Banyak pula yang sudah terpengaruh dengan model sistem pemerintahan kontemporer, semisal sistem republik. Mereka ini begitu terpesona dan menganjurkan ide pembatasan masa jabatan kepala negara. Alasan mereka, pembatasan ini akan menyelamatkan masyarakat dari perbudakan dan kesewenang-wenangan para penguasa. Padahal ada-tidaknya perbudakan dan kesewenang-wenangan para penguasa itu bersumber dari sistem itu sendiri (Samarah, an-Nizhâm as-Siyâsi fi al-Islâm Nizhâm al-Khilâfah ar-Râsyidah, hlm. 68-69).
Senin, 26 Agustus 2013
Prof. Dr. Fahmi Amhar "Kita Masih Dijajah"
Jumat, 31 Mei 2013
Indonesia Terjajah, Kapal Perubahan Digerakkan
Anehnya, kehadiran para penjajah asing itu tidak disadari sepenuhnya oleh sebagian umat Islam, sehingga lambat laut potensi besar umat ini telah berhasil “diduduki” para kapitalis asing.
Demikianlah gambaran global aksi teatrikal Kapal Layar Khilafah, Ahad (26/5) di Stadion 10 Nopember, Surabaya.
MK JATIM 2013: "Al-ummah Turid Khilafah Islamiyah"

Malam menjelang pelaksanaan Muktamar Khilafah di Gelora 10 November Surabaya panitia memberi tahu bahwa tiket sudah sold out, dan dengan sangat terpaksa pemesanan tiket ditutup beberapa hari sebelum acara. Bukan karena tidak ada yang berminat membeli, tapi panitia kuatir tidak mampu melayani peserta dengan baik, karena keterbatasan daya tampung stadion.
Keesokan paginya (Ahad, 26/5), saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Gelora 10 November benar-benar penuh sesak dengan kaum muslimin dari berbagai daerah di Jawa Timur, dan ada juga beberapa orang sengaja datang dari luar Jawa. Pengorbanan mereka sungguh besar. Masuk ke stadion ini harus membeli tiket yang dananya memang diperlukan panitia untuk penyelengaraan kegiatam. Datang ke Surabaya juga dengan biaya sendiri, ada yang naik motor, nyewa angkot, nyarter mobil atau bis, dan tak sedikit yang naik pesawat.
Sabtu, 02 Maret 2013
MELAWAN KANKER DENGAN TAPAK DARA
Tapak dara (Catharantus roseus (L.) G. Don.) tanaman liar yang kini banyak digunakan sebagai tanaman penghias halaman rumah. Tumbuhan yang tingginya bias mencapai 100 cm ini berdiri tegak dengan batang yang bulat dan berdiameter kecil, berkayu, berambut serta bercabang, berdaun bulat telur dan bunganya yang cantik ada yang putih dan merah. Tumbuhan ini sangat cook untuk daerah tropis sehingga di Indonesia sangat mudah ditemui, insya alloh.
Sudah liat gambar dan sudah dapat sedikit keterangan tentang tapak dara kan???sekarang mari kita lihat manfaatnya…
Felix Siauw : Demokrasi Bukan Cara Islam
Mengawali tausiahnya , beliau katakana segala sesuatu ada pusatnya, manusia ada pusatnya yang disebut pusar, begitupun dunia inipun ada pusatnya, dunia ini bila ditinjau dari sisi geografis dan dan konflik dunia hingga kini , terlihat jelas dunia ini berpusat di timur tengah, disanapun banyak para nabi lahir , berjuang disana dan wafatpun di sana , sebutlah sejumlah nabi dan termasuk Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad…lahir disana…
Ternyata vaksin folio proses pembuatannya masih gunakan unsur babi
JAKARTA (Arrahmah.com) – Wajar
banyak warga masyarakat yang menolak untuk memvaksinasi anak-anak
mereka karena ternyata vaksin khususnya vaksin folio dalam prosesnya
pembuatannya tidak bisa lepas dari unsur zat haram dalam hal ini babi.
Hal tersebut diakui sendiri oleh ibu Astri Rachmawati dari perusahaan farmasi Bio Farma, dalam penjelasannya di acara seminar bertajuk “Imunisasi Halal dan Thayyib?” yang diselenggarakan oleh komunitas Halal Corner (HC) pada hari Sabtu kemarin (23/2/2013).
“Dalam proses pembuatan vaksin folio harus menggunakan yang namanya enzim tripsin yang berasal dari hewan babi, namuntripsin hanya digunakan sebagai katalis dan proses akhir pembuatan vaksin folio murni bersih dari unsur tripsin itu sendiri,” ujar beliau.
Sewaktu ditanya oleh islampos.com apakah selama ini pembuatan vaksin folio selalu menggunakan tripsin, ibu Astri dari pihak Bio Farma mengakuinya, karena menurutnya tripsin memang harus selalu dipakai sebelum ada alternatif lain. Oleh karena itu pihaknya meminta fatwa dari MUI soal ini. Diakuinya juga bahwa proses meminta fatwa dari MUI setelah ramai masyarakat yang mempertanyakan kehalalan vaksin.
“Semua pembuatan vaksin folio harus menggunakan tripsin oleh karena itu kami meminta fatwa dari MUI dan hal itupun dilakukan setelah masyarakat mulai ramai mempertanyakan kehalalan vaksin,” tambahnya.
Dijelaskannnya juga bahwa pihak Bio Farma sendiri masih sedang berusaha mengembangkan pembuatan vaksin yang tidak menggunakan tripsin (yang saat ini dalam tahap riset) dan beliau menjanjikan mudah-mudahan tahun 2016 sudah ada SIPV yang juga merupakan bahan untuk pembuatan vaksin folio namun bahannya sudah tidak menggunakan tripsin lagi.
(Islampos.com/arrahmah.com)
Hal tersebut diakui sendiri oleh ibu Astri Rachmawati dari perusahaan farmasi Bio Farma, dalam penjelasannya di acara seminar bertajuk “Imunisasi Halal dan Thayyib?” yang diselenggarakan oleh komunitas Halal Corner (HC) pada hari Sabtu kemarin (23/2/2013).
“Dalam proses pembuatan vaksin folio harus menggunakan yang namanya enzim tripsin yang berasal dari hewan babi, namuntripsin hanya digunakan sebagai katalis dan proses akhir pembuatan vaksin folio murni bersih dari unsur tripsin itu sendiri,” ujar beliau.
Sewaktu ditanya oleh islampos.com apakah selama ini pembuatan vaksin folio selalu menggunakan tripsin, ibu Astri dari pihak Bio Farma mengakuinya, karena menurutnya tripsin memang harus selalu dipakai sebelum ada alternatif lain. Oleh karena itu pihaknya meminta fatwa dari MUI soal ini. Diakuinya juga bahwa proses meminta fatwa dari MUI setelah ramai masyarakat yang mempertanyakan kehalalan vaksin.
“Semua pembuatan vaksin folio harus menggunakan tripsin oleh karena itu kami meminta fatwa dari MUI dan hal itupun dilakukan setelah masyarakat mulai ramai mempertanyakan kehalalan vaksin,” tambahnya.
Dijelaskannnya juga bahwa pihak Bio Farma sendiri masih sedang berusaha mengembangkan pembuatan vaksin yang tidak menggunakan tripsin (yang saat ini dalam tahap riset) dan beliau menjanjikan mudah-mudahan tahun 2016 sudah ada SIPV yang juga merupakan bahan untuk pembuatan vaksin folio namun bahannya sudah tidak menggunakan tripsin lagi.
(Islampos.com/arrahmah.com)
REVOLUSI SYAM: SATU UMAT, SATU BENDERA, SATU PEPERANGAN
Oleh: Hafidz Abdurrahman
“Ma lana ghairaka ya Allah” (Kami tidak mempunyai siapa-siapa ya Allah,
kecuali Engkau) – Jeritan Umat Islam Suriah
Reaksi Setelah 43 Tahun Ditindas
Kaum Muslim di Suriah sudah lama hidup
dalam penindasan dan penderitaan di bawah rezim Kufur Assad, pengikut
Syiah Nushairiyyah (Alawiyyah) yang menjadikan Sayyidina ‘Ali sebagai
tuhan mereka. Sekte sesat ini telah menghalalkan zina dan kehormatan wanita, serta darah kaum Muslim. Lebih
dari 43 tahun, sejak Hafidz Assad berkuasa di sana tahun 1970, hingga
tahun 2011 yang lalu umat Islam di sana tidak bisa menjalankan Islam
dengan leluasa. Sebagaimana kaum Muslim yang hidup di Asia Tengah, saat masih berada di bawah cengkraman Uni Soviet yang Komunis. Iya, itu karena Assad adalah juga pemimpin Partai Ba’ats, yang berhaluan Sosialis. Ini belum lagi jumlah korban kebiadaban rezim Kufur ini. Mulai dari ulama’, tokoh politik, aktivis hingga kaum perempuan, orang tua dan anak-anak yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
Revolusi “Indah” Suriah

Analis Timur Tengah, Ketua DPD HTI Kobar.
Sudah lebih dari dua tahun Arab Spring (pemberontakan arab) belum juga menunjukkan tanda tanda akan berakhir.
Berawal dari penggulingan kekuasaan Ben Ali di Tunisia pada 2011 silam,
gelombang Arab Spring kemudian menjalar ke Libya, Mesir, Yaman dan kini
berlabuh di Suriah. Bisa dikatakan Arab Spring di Suriah merupakan revolusi yang spesial dan berbeda dengan revolusi negara negara arab lainnya. Menurut data PBB, korban yang meninggal akibat konflik di Suriah mencapai angka hampir 70.000 jiwa (republika.co.id ).
Dari sisi durasi waktu, revolusi ini memakan waktu bertahun tahun dan
hingga detik ini belum menunjukkan tanda tanda akan berakhir. Berbeda dengan revolusi negeri negeri lain seperti Tunisia, Libya dan Mesir yang hanya memerlukan waktu beberapa bulan. Penyebabnya
adalah tujuan revolusi itu sendiri. Di negeri negeri timur tengah
selain Suriah, revolusi ditujukan sekedar untuk menjatuhkan rezim boneka
tanpa mengganti sistem. Hal
ini menyebabkan revolusi tersebut mudah dibajak oleh barat dengan
mendukung pelengseran penguasa diktator – antek antek lama- dengan
penguasa baru yang tetap pro Barat. Akibatnya, ketika satu rezim tumbang, maka berakhir pula gelombang revolusi seiring dengan naiknya rezim baru. Sementara sistem yang berlaku tetap sama yakni pemerintahan sekuler dalam format negara bangsa (nasionalisme). Kondisi
ini sama seperti ketika terjadi demo besar besaran mahasiswa bersama
rakyat pada tahun 1998 yang sukses menggulingkan Presiden Soeharto. Setelah
Soeharto lengser, rezim reformasi menjalankan pemerintahan dengan tetap
bertumpu pada sistem usang demokrasi sekuler yang sudah rapuh.
Alhasil, bukannya tambah baik, hingga kini kondisi masyarakat Indonesia
justru semakin sengsara karena terjebak pada krisis multidimensi. Hal
ini tampak dari praktik korupsi yang semakin menggurita, angka
kemiskinan yang terdongkrak naik, penegakan hukum yang tebang pilih dan
dekadensi moral yang terjun bebas.
Sabtu, 19 Januari 2013
Kekayaan Alam Dijarah Asing
Tahun 2012 segera akan berlalu. Banyak
peristiwa telah terjadi. Terhadap 10 (sepuluh) peristiwa atau topik
penting baik menyangkut ekonomi, politik maupun sosial budaya di
sepanjang tahun 2012, Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan.
Sejak diundangkannya UU Migas Nomer 22 Tahun 2001, liberalisasi migas di Indonesia berjalan kokoh. Sejak saat itu, hampir tiap tahun publik disuguhi dengan berbagai informasi kisruh mengenai pengelolaan migas di negeri ini. Menurut BP Migas ada 29 blok dari 72 Minyak dan Gas (Migas) di tanah air yang akan habis masa kontrak hingga 2021 mendatang.
Diantaranya, Blok Siak (Riau) dengan operator Chevron Pacific Indonesia
yang akan habis tahun 2013; Blok Offshore Mahakam (Kalimantan Timur)
dengan operator Total E&P Indonesia (2017), Blok Sanga-sanga
(Kaltim) dengan kontraktor VICO dan Blok Southeast Sumatera yang
dikelola CNOOC (2018).
Di Blok Bula (Maluku) dengan operator Kalrez (2019), Blok South Jambi B
yang dikelola Conoco Phillips (2020), dan Blok Muriah (Jawa Tengah)
yang dikelola Petronas ( 2021).
Kebijakan pemerintah selama ini selalu
berpihak kepada perusahaan swasta baik lokal maupun asing, sehingga
banyak menimbulkan reaksi dari masyarakat.
Pada tahun 2012 ini ada 3 kasus yang menjadi perhatian publik akibat
kebijakan pemerintah yang pro asing tersebut, diantaranya Kasus Blok
Siak di Riau yang akhirnya diminta dikelola oleh BUMD, kasus Blok
Tangguh di Papua yang ditukar dengan “Gelar Kstaria Salib” dan yang
paling heboh kasus Blok Mahakam sampai menimbulkan ancaman
“disintegrasi” dari masyarakat Kalimantan Timur untuk memisahkan diri
dari Indonesia jika Blok Mahakam tetap diberikan kepada Asing.
Pangkal Musibah Dunia Islam dan Gelombang baru Khilafah
Tahun 2012 telah berlalu, umat Islam memasuki tahun 2013. Meskipun
penuh dengan gejolak selama 2012, namun yang pasti umat Islam masih
tetap didera berbagai persoalan dalam berbagai aspek.
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir , alhamdulillah, berhasil memberikan jawaban yang shohih mengapa tragedi demi tragedi masih terjadi pada umat Islam. Dalam kitab Nida‘ Har Syaikh Taqiyuddin menjelaskan, “Sesungguhnya umat Islam telah mengalami tragedi karena dua musibah. Pertama: penguasa mereka menjadi antek-antek kafir penjajah. Kedua: di tengah mereka diterapkan hukum yang tidak diturunkan oleh Allah, yaitu diterapkan sistem kufur.”
Memang inilah pangkal musibah dunia Islam. Pertama, keberadaan penguasa yang menjadi antek-antek kafir penjajah. Pasca runtuhnya Khilafah, sebagian besar dunia Islam mengalami penjajahan kolonial secara langsung. Negara-negara penjajah mengirim pasukannya secara langsung.
Minggu, 13 Januari 2013
Selangkah Lagi, Suriah Menjadi Negara Islam

Surat kabar Amerika “The Washington Times” pada hari Jum’at (04/01/2013) mempublikasikan sebuah artikel oleh seorang analis politik dan strategi Amerika, Fred Gedrich. Ia mantan karyawan dari Departemen Pertahanan AS. Dalam artikelnya, ia memperingatkan bahaya yang mengancam kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah, berjudul: “Syria on track to become Islamic state, Suriah dalam perjalanannya menjadi negara Islam”, dan disertai gambar dengan backgrounds foto Basyar Assad yang ditutupi oleh kata (Khilafah) dalam bahasa Inggris. Dengan ini menunjukkan bahwa bahaya yang dimaksud oleh Gedrich dalam artikelnya tersebut adalah negara Islam (Khilafah).
Hal penting dalam kajian sang ahli strategi tersebut adalah klaim bahwa konflik yang berlangsung di Suriah telah menjadi konflik sektarian dan aliran keagamaan. Ia berusaha melontarkan bukti-bukti atas konsepnya untuk meyakinkan pembaca terhadap pandangannya, yang dapat disamakan dengan pandangan resmi pemerintah AS, dan instrumen-instrumen internasionalnya.
Setelah kekuasaan Assad tumbang, Mujahidin akan terapkan syariah Islam di Suriah
Di antara rekan-rekan revolusioner dan warga sipil, para pejuang asing ini dihormati karena kedisiplinan mereka dan jika Assad jatuh, mereka mungkin akan menyelesaikan perjuangan untuk kekhilafahan Islam.
Seorang Mujahid asal Turki di distrik Karm al-Jabal, Aleppo menyatakan tekad untuk mencapai terbentuknya sebuah negara di bawah hukum Islam di mana negara-negara Barat sangat mengkhawatirkan hal ini.
Langganan:
Komentar (Atom)

